Wednesday, 23 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Hukum Jualan CD Bajakan

Istilah bajakan adalah muncul sebagai akibat adanya ketentuan hak kekayaan intelektual (HAKI). Benarkah konsepsi atau anggapan ini dalam pandangan Islam?

Tanya:

Asslmlkm ustadz… Apakah jualan kaset/ vcd bajakan halal? (+6281222948227)

Jawab:

Waslm. Wr. Wb.

Istilah bajakan adalah muncul sebagai akibat adanya ketentuan hak kekayaan intelektual (HAKI) dengan sebuah konsep bahwa kekayaan intelektual seseorang adalah miliknya baik yang ketika masih ada dalam pemikirannya maupun yang telah berada dan beredar di tengah masyarakat. Benarkah konsepsi atau anggapan ini dalam pandangan Islam?

Islam menentukan adanya aturan yang berhubungan dengan kepemilikan individu (اَلْمِلْكِيَّةُ الْفَرْدِيَّةُ) yang disertai dengan aturan sebab-sebab kepemilikan individu itu sendiri. Namun aturan main ini hanya berhubungan dengan kekayaan (اَلثَّرْوَةُ) dan bukan dengan curahan pemikiran semisal ide, rumusan solusi, hasil ijtihad, hasil menafsirkan Al-Quran, hasil mensyarah As-Sunnah dan sebagainya.

Istilah /realitas bajakan tidak akan pernah muncul atau terjadi dalam kepemilikan individu berupa kekayaan, artinya tidak akan pernah terjadi rumah si A dibajak oleh si B, atau emas milik si A dibajak oleh si B, atau domba/ kambing si A dibajak oleh si B dan seterusnya. Realitas bajakan hanya akan terjadi pada kasus ide, rumusan solusi, hasil ijtihad, hasil menafsirkan Al-Quran, hasil mensyarah As-Sunnah dan sebagainya. Sebagai contoh : ketika Kitab Tafsir Jalalain dicetak dan diterbitkan oleh Darul Fikr, lalu jika ada orang atau pihak atau perusahaan penerbit lain yang melakukan cetak ulang alias memperbanyak terbitan Darul Fikr tersebut, maka hasilnya adalah Kitab Tafsir Jalalain bajakan yakni bukan orisinal yang diterbitkan oleh Darul Fikr. Apakah Islam menghalalkan perbuatan seperti itu? Tentu saja itu adalah perbuatan yang diharamkan karena telah memanfaatkan benda milik orang lain bahkan memperjual belikannya tanpa seizin pemiliknya yakni dalam contoh itu adalah Darul Fikr. Lalu bagaimana dengan para pedagang yang menjual kaset/CD/VCD bajakan yakni hasil repro dari yang orisinal tanpa seizin produsen aslinya? Tentu saja dalam padangan Islam itu adalah haram karena termasuk realitas : بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ (menjual sesuatu yang bukan milik kamu) yang dila-rang oleh Rasulullah saw :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ حَتَّى ذَكَرَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنُ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ (رواه الترمذي

Bagaimana jika memproduksi barang bajakan itu seizin penerbit atau produsen orisinalnya? Jika memang ada fakta seperti itu, maka tentu saja hukumnya adalah halal dan sudah pasti statusnya tidak lagi sebagai bajakan melainkan resmi – orisinal, hanya saja proses produksinya dilakukan atas prosedur lisensi. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed