Istri Berhutang, Suami Lepas Tangan

Tanya:

Asslmwrwb. Pak ustad, saya Ardy di tebo_jambi, mau tanya, apakah suami yang tidak mau tau kalau istrinya berhutang (suami beranggpan kalau istri yang hutang, ya istrinya yang bayar) sama aja suami yang mengingkari sumpah atau janjinya waktu baru menikah dulu untuk memberi nafkah, dan apakah suami seperti itu akan berdosa? Syukron. (+6285267612xxx)

Jawab:

Waslm. Wr. wb.

Suami adalah satu-satunya yang berkewajiban untuk membiayai kebutuhan pokok istri dan ke-luarganya yakni makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Jika suami tidak melakukan kewajibannya dengan sempurna, maka si istri halal mengambil dari harta suaminya secara diam-diam di luar pengetahuannya sedemikian rupa sehingga kebutuhan istri dan anak-anaknya ter-penuhi dengan sempurna. Inilah yang dapat dipahamkan dari kasus sikap Abu Sufyan terhadap Hindun istrinya:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَتْ هِنْدٌ بِنْتُ عُتْبَةَ امْرَأَةُ أَبِي سُفْيَانَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ لَا يُعْطِينِي مِنْ النَّفَقَةِ مَا يَكْفِينِي وَيَكْفِي بَنِيَّ إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْ مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمِهِ فَهَلْ عَلَيَّ فِي ذَلِكَ مِنْ جُنَاحٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِي بَنِيكِ (رواه مسلم

Dari ‘Aisyah berkata : Hindun bintu ‘Utbah yakni istri Abu Sufyan datang menemui Rasulullah saw lalu dia berkata : wahai Rasulullah, sungguh Abu Sufyan itu adalah laki-laki yang pelit (bakhil), dia tidak memberi nafkah kepada saya yang mencukupi kebutuhan saya maupun anak saya kecuali jika aya mengambil dari harta dia tanpa sepengetahuannya. Apakah perbuatan saya itu dosa? Maka Rasulullah saw menjawab : ambillah olehmu dari harta dia secukupnya hingga akan dapat memenuhi kebutuhan dirimu dan anakmu(HR Muslim)

Jadi suami seperti pada kasus yang dilaporkan oleh Ardy di Tebo Jambi, adalah suami yang lebih buruk sikapnya daripada Abu Sufyan yang kikir alias bakhil dan tentu saja sikap dia tersebut adalah bentuk melalaikan kewajiban dirinya yang telah ditetapkan oleh Islam. Tentu saja dia berdosa karena tidak melaksanakan kewajibannya sebagai suami. [Ust. Ir. Abdul Halim]

Rate this article!
Tags:
author

Author: