Thursday, 24 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Hukum Gaji dari Pekerjaan yang Didapat dengan Menyuap

Segala sesuatu termasuk pekerjaan yang untuk meraihnya diawali dengan cara yang diharamkan oleh Islam, maka akibat apa pun yang diperoleh dari pekerjaan itu termasuk gaji alias upah adalah haram juga.

Tanya:

Asslmkum ustadz, langsung saja ana mau tnya tentang seseorang yg membyar sejumlah uang kpda yg melancarkan dalam masuk pekerjaan misal untk menjd PNS, kalo masuk gimana ya hukum gaji yg di trima per bulannya? di tunggu jawabannya.sukron ustd/ustadah. afwan. (Laila 22Th di kebonsari)

Jawab:

Waslm. Wr. wb.

Kasus yang disampaikan oleh Laila di Kebonsari, jelas termasuk perbuatan suap (اَلرِّشْوَةُ) yang diharamkan oleh Islam. Dalilnya adalah As-Sunnah antara lain:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي (رواه احمد

Dari Abdillah bin Amrin berkata, Rasulullah saw menyatakan : laknat Allah bagi penyuap dan yang disuap (HR Ahmad)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ (رواه احمد

Dari Abdillah bin Amrin berkata : Rasulullah saw telah melaknat penyuap dan yang disuap (HR Ahmad)

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ يَعْنِي الَّذِي يَمْشِي بَيْنَهُمَا (رواه احمد

Dari Tsauban berkata : Rasulullah saw telah melaknat penyuap, yang disuap dan perantara di antara keduanya (HR Ahmad)

Segala sesuatu termasuk pekerjaan yang untuk meraihnya diawali dengan cara yang diharamkan oleh Islam, maka akibat apa pun yang diperoleh dari pekerjaan itu termasuk gaji alias upah adalah haram juga. Inilah yang dapat dipahamkan dari pernyataan Rasulullah saw :

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ (رواه الترمذي

Bagian hadits وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ memastikan bahwa harta yang diperoleh dari peker-jaan (مِنَ الْكَسْبِ) itu wajib halal yakni cara memperolehnya (اِكْتِسَابُهُ) adalah juga harus halal. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed