Friday, 18 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Sakit Maag, Puasa atau Tidak?

Harus dipastikan saja apa advis alias nasihat dari dokter ahli penyakit dalam apakah dalam keadaan sakit lambung seperti itu masih memungkinkan alias tidak berbahaya melaksanakan shaum Ramadlan, atau justru sebaliknya sangat membahayakan.

Tanya:

Assalamu’alaikum. Aq mw tany,q skrng sdg bingung apakh hrs mnjalankn ibdh puasa atw g. soalny q mndrta¬† skt maag n ats hsl uji endoskopik asam lmbungq trnyt sgt tinggi hingga sringkali q mrasa sgt kskitn n lpr hany dlm wkt 1/2jm (bhkn kdg krg). jd bs dhtung dlm shri smlm brp kali aq mkn. Memang stahun y llu q mndrt maag akut. aq jd bingung, kt dokter aq blh aja bpuasa tp stlh dcoba keesokan hrny maag¬† kambuh lg n bth wkt brhari2 tuk memulihkannya. inipun dah q cb brulang kli n hslny sm ttp ja kmbh. jd kdg q jd tkut brpuasa. (+628524170xxx)

Jawab:

Waslm. wr. wb.

Harus dipastikan saja apa advis alias nasihat dari dokter ahli penyakit dalam apakah dalam keadaan sakit lambung seperti itu masih memungkinkan alias tidak berbahaya melaksanakan shaum Ramadlan, atau justru sebaliknya sangat membahayakan. Jika kata dokter tersebut boleh saja dan tidak apa-apa, maka laksanakan shaum tentu dengan dibantu obat-obat yang benar peruntukkannya. Jika kata dokter tidak boleh shaum karena membayahakan, maka harus dipastikan juga apakah hanya berlaku tahun ini ataukah untuk selamanya. Jika hanya untuk tahun ini, berarti shaum yang ditinggalkan Ramadlan ini harus diganti dengan qadla di bulan lainnya. Namun jika ternyata larangan tersebut berlaku untuk selamanya, maka shaum Ramadlan saat ini yang ditinggalkan harus diganti dengan fidyah. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed