Sunday, 27 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Istri yang Bekerja, Suami Tidak

Islam memastikan bahwa suami adalah satu-satunya orang dalam sebuah keluarga yang berkewajiban penuh untuk membiayai seluruh kebutuhan pokok keluarganya yakni istri dan anak-anaknya.

Tanya:

Asslmwrwb VOI, saya ibu sisi, umur saya 37 thn. saya mau brtnya, APA HKMX  DN DOSA SEORNG SUAMI YG TDK MEMBERI NAKFA K KPD ISTRI DAN ANAKX.(KELUARGA). semntara dim seorang kpla rmh tngga. Yg mencari nafka itu istrix, semtra suami tdk bkrj sm sekali, saya mho penjelasanx. TRKSH.ASS. (+628136643xxxx)

Jawab:

Waslm. Wr. wb.

Islam memastikan bahwa suami adalah satu-satunya orang dalam sebuah keluarga yang berkewajiban penuh untuk membiayai seluruh kebutuhan pokok keluarganya yakni istri dan anak-anaknya. Jika kewajiban ini tidak dilaksanakan maka pasti si suami berdosa karena dia telah melalaikan perintah Allah SWT tersebut. Inilah yang ditunjukkan oleh pernyataan Rasulullah saw :

وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخاري

Seorang suami adalah penggembala dan dia sajalah yang akan ditanyai tentang gembalaannya yakni istri dan anak-anaknya

Adapun posisi istri sama sekali tidak memiliki kewajiban apa pun untuk ikut serta membiayai kebutuhan pokok dirinya dan anak-anaknya. Sehingga jika pun dia berharta dan punya penghasilan lalu dia gunakan untuk membantu pembiayaan di dalam rumah tangganya, maka itu adalah shadaqah dan ketika suami mengetahui hal itu maka sikap yang benar adalah melarangnya atau justru suami meminjam kepada istrinya karena dia sedang kekurangan biaya. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed