Puasa Tapi Tidak Menutup Aurat

Tanya:

Asslamualaikum. Pak ustadz saya mo nanya apakah boleh kita tidak menutup aurat ketika dalam keadaan puasa? Dari ami di pekanbaru. (+628126446XXX)

Jawab:

Waslm. Wr. Wb.

Islam mewajibkan para wanita mukminah untuk menutup auratnya dengan menggunakan kerudung (اَلْخِمَارُ) dan jilbab, kecuali di hadapan sejumlah orang yang dikecualikan oleh Allah SWT seperti yang diinformasikan oleh ayat Al-Quran berikut :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَائِهِنَّ أَوْ ءَابَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (النور : 31

أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ = اَصْحَابُ الْحَاجَةِ اِلَى النِّسَاءِ

Dan katakanlah kepada para wanita mukminah, supaya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka dan supaya mereka menutupkan kerudungnya hingga menutupi bagian belahan baju mereka di dada dan janganlah mereka menampakkan perhiasan (aurat) mereka kecuali kepada suami mereka atau bapak mereka atau bapak suami mereka atau anak-anak laki mereka atau anak-anak laki suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau anak-anak laki dari saudara laki-laki mereka atau anak-anak laki dari saudara perempuan mereka atau para wanita mereka atau hamba sahaya mereka atau para pria pengikut sekte yang tidak memiliki hasrat seksual kepada wanita atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kaki mereka agar supaya diketahui segala perhiasannya  yang selama ini tersembunyi dan taubatlah kalian seluruhnya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung

Jadi jika tengah shaum tidak menutup aurat di hadapan orang-orang yang disebut secara rinci dalam surah An-Nur ayat 31 tersebut, maka itu adalah halal dilakukan. Sedangkan jika tidak menutup aurat tersebut dilakukan di hadapan laki-laki asing yang bukan muhrim maka itu adalah haram dilakukan sehingga berdosa. Jika perbuatan haram tersebut atau lainnya dilakukan saat shaum Ramadlan, memang tidak akan membatalkannya namun pasti mengotori shaum itu sendiri atau bahkan menjadikan shaumnya tidak sah jika penolakan terhadap ketentuan Allah SWT itu disertai dengan sebuah keyakinan bahwa itu tidak wajib atau tidak haram. Hal itu karena penolakan terhadap hukum Allah SWT dengan sikap pasti akan mengantarkan pelakunya kepada sikap kufur yang juga pasti dan orang kafir adalah tidak sah melakukan shaum Ramadlan. [Ust. Ir. Abdul Halim]

Rate this article!
Tags:
author

Author: