Wednesday, 30 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Hukum Menangkap dan Menjual Babi

Saya mau bertanya ustadz gimana kalau saya nangkep babi, babi ini sering ngerusak sawah petani. Jadi saya udah bantu petani. Kemudian saya jual babi itu, uangnya saya kasih ke anak yatim dan orang-orang kurang mampu.

Assalaamu’alaikum wr wb. Ini Asby di palembang (prabumulih). Saya mau bertanya ustadz gimana kalau saya nangkep babi, babi ini sering ngerusak sawah petani. Jadi saya udah bantu petani. Kemudian saya jual babi itu, uangnya saya kasih ke anak yatim dan orang-orang kurang mampu. Jadi saya udah bantu orang itu, gimana hukumnya? Wslm (dari +6285211339xxx)

Jawaban:

‘alaikumussalam wr wb. Soal fakta bahwa Asby telah berjasa membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan hama bagi para petani yakni hama babi, maka itu boleh saja alias halal menerima upah dari para petani. Artinya Asby melakukan aqad bekerja (عَقْدُ الإِجَارَةِ) dengan para petani tersebut dengan jasa (اَلْمَنْفَعَةُ) berupa menangkap hama babi. Hal itu karena sesuai dengan ketentuan dalam Islam yang berhubungan dengan majikan (اَلْمُسْتَأْجِرُ) dan buruh/pekerja (اَلأَجِيْرُ) :

اَلإِجَارَةُ هِيَ عَقْدٌ عَلَى مَنْفَعَةٍ بِعِوَضٍ

Namun tentang aksi Asby yakni menjual babi hasil tangkapan itu adalah persoalan lain dan Islam memastikan perbuatan tersebut adalah haram. Tegasnya Islam mengharamkan menjual barang-barang yang telah diharamkan dan harga yang diterima dari hasil penjualan barang-barang haram tersebut juga berstatus sama yakni haram. Lalu harta (misal uang) yang diperoleh dengan cara yang haram, adalah juga haram dipergunakan atau dibelanjakan atau disumbangkan kepada siapa pun termasuk anak yatim maupun orang miskin. Rasulullah saw menyatakan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ الْخَمْرَ وَثَمَنَهَا وَحَرَّمَ الْمَيْتَةَ وَثَمَنَهَا وَحَرَّمَ الْخِنْزِيرَ وَثَمَنَهُ (رواه ابو داود

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ عَطَاءً كَتْب يَذْكُرُ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَنَازِيرِ وَبَيْعَ الْمَيْتَةِ وَبَيْعَ الْخَمْرِ وَبَيْعَ الْأَصْنَامِ وَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَرَى فِي شُحُومِ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهَا يُدْهَنُ بِهَا السُّفُنُ وَالْجُلُودُ وَيُسْتَصْبَحُ بِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاتَلَ اللَّهُ يَهُودَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ عَلَيْهِمْ شُحُومَهَا أَخَذُوهُ فَجَمَّلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ (رواه احمد

Wal hasil, hanya satu perbuatan yang halal dilakukan dalam kasus ini yakni Asby mengajukan aqad sebagai pekerja/ buruh bagi para petani (majikan) dengan pekerjaan menangkap babi hutan yang selama ini menjadi hama bagi pertanian maupun para petani. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may have missed