Friday, 25 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Khawatir Belum Siap Nikah

Saya telah melamar seorang muslimah, akan tetapi keluarga sepakat nikahnya 3 tahun lagi. Ddalam masa penantian ini, saya terkadang khawatir jika saatnya tiba, saya belum siap apa-apa. Saya takut nanti dia tidak bahagia atau sengsara jika dengan saya. Walau calon istri saya selalu berusaha meyakinkan saya.

Tanya:

piogama.ugm.ac.id

Assalaamu’alaikum. Pak Ustadz Muhammad Iwan Januar! Saya pemuda usia 20 tahun. Masih kuliah karena dapat beasiswa. Saya dari keluarga kurang mampu. Saya telah melamar seorang muslimah, akan tetapi keluarga sepakat nikahnya 3 tahun lagi. Dalam masa penantian ini, saya terkadang khawatir jika saatnya tiba, saya belum siap apa-apa. Saya takut nanti dia tidak bahagia atau sengsara jika dengan saya. Walau calon istri saya selalu berusaha meyakinkan saya.
Ahmad (kediri_jatim, via e-mail)

Jawab:
‘Alaykum salam wr. wb.

DIkĀ  Zein, menikah memang perlu banyak persiapan; finansial, ilmu dan mental. Tapi yang paling penting adalah persiapan ilmu dan mental agar siap menjalankan bahtera rumah tangga. Soal finansial, insya Allah bisa dicari dan itu jaminan rizki dari Allah Ta’ala. Apalagi bagi mereka yang akan menikah dengan niat menjaga kesucian diri, Allah berjanji akan memudahkan rizkiNya.

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS. an-Nur: 32).

Tapi uang yang berlimpah tak ada artinya tanpa dasar ilmu dan mental yang baik. Sekarang yang penting Dik Zein berihtiar/bekerja untuk mengumpulkan dana untuk persiapan nikah. Alhamdulillah calon istri juga meyakinkan hal yang baik untuk adik.

Berikutnya, selama masa penantian pernikahan yang cukup lama (3 tahun!), jagalah hubungan secara Islami, jangan jatuh pada perbuatan haram semisal berkhalwat dan bermesra-mesraan. Dan kalau bisa lebih cepat, mengapa tidak? [M. Iwan Januar]

You may have missed