Thursday, 24 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Pelajaran Berharga untuk Satpol PP

Allah Maha Adil. Allah menjawab jerit tangis para pedagang teraniaya itu. Melalui anak-anak Priok, kebrutalan Satpol PP terbalaskan. Ternyata betul, kezaliman penguasa tidak cukup dilawan dengan air mata dan rengekan menghiba. Kezaliman yang merajalela hanya bisa dilawan dengan kekuatan massa, dengan keberanian, dan dengan senjata.

Oleh: Umar Abdullah

detik.com

Tanggal 14 April 2010 mudah-mudahan akan selalu diingat oleh anggota Satpol PP dan para komandannya. Tanggal itu di Priok mereka dikalahkan oleh massa. Mereka dibantai secara brutal oleh anak-anak Priok. Ya, sangat brutal! Sebrutal saat mereka mengobrak-abrik dagangan pedagang kaki lima. Tega memang! Setega ketika mereka merampas sayur jualan ibu-ibu pedagang sayur. Dan sadis! Sesadis ketika mereka mengejar-ngejar tukang bakso hingga kuah panas baksonya tumpah dan menyiram anak si tukang bakso yang tak berapa lama kemudian …mati.

Para pedagang kaki lima itu memang salah berdagang di tempat yang salah karena merusak pemandangan kota. Ibu-ibu penjual sayur itu salah karena tidak segera mengangkat jualannya karena membuat lambat perjalanan sang pejabat negara. Dan tukang bakso itu salah karena berdagang di jalan protokol sehingga membikin malu tamu negara. Tapi itu yang mereka bisa. Tapi itu yang mereka punya. Mereka mencari uang dengan cara yang halal, kerja keras, peras keringat, dan tanpa bantuan pemerintah yang memang hanya bisa memerintah dan membuang mereka ke tempat sampah!

Lalu para pedagang kecil itu diusir, ditendang, dan dikejar. Mereka menangis meraung-raung menghiba-hiba meminta gerobak dan barang dagangannya dikembalikan. Karena memang itu satu-satunya modal mereka berdagang. Namun apa daya mereka lemah.

Allah Maha Adil. Allah menjawab jerit tangis para pedagang teraniaya itu. Melalui anak-anak Priok, kebrutalan Satpol PP terbalaskan. Ternyata betul, kezaliman penguasa tidak cukup dilawan dengan air mata dan rengekan menghiba. Kezaliman yang merajalela hanya bisa dilawan dengan kekuatan massa, dengan keberanian, dan dengan senjata.

Teringat kata-kata istri tercinta: “Orang itu akan diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan orang lain.”[]

You may have missed