Saturday, 26 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Gerakan Tolak Bayar Pajak

Penguasa, penegak hukum, dan pegawai pajak di negeri ini nilainya sudah jatuh di mata rakyat. Adanya Gerakan Tolak Bayar Pajak membuktikannya. “Ngapain bayar pajak kalo ujung-ujungnya dikorup!” Mending nggak bayar pajak, nggak ada yang bisa dikorup!” Begitu kira-kira argumen orang-orang yang selama ini taat bayar pajak.

Oleh Umar Abdullah

Penguasa, penegak hukum, dan pegawai pajak di negeri ini nilainya sudah jatuh di mata rakyat. Adanya Gerakan Tolak Bayar Pajak membuktikannya. “Ngapain bayar pajak kalo ujung-ujungnya dikorup!” Mending nggak bayar pajak, nggak ada yang bisa dikorup!” Begitu kira-kira argumen orang-orang yang selama ini taat bayar pajak.

Suer, suap menyuap telah meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap alat-alat negara. Dan sebaliknya, para petugas yang jujur dan tak mampu disuap adalah para penegak pilar-pilar kepercayaan rakyat. Seribu empat ratusan tahun yang lalu orang-orang Yahudi Khaibar mengakuinya. Berikut kisah petugas penghitung dan pemungut bagi hasil musaqat kebun kurma Khaibar milik Negara Islam…

Sulaiman bin Yassar mengatakan bahwa Rasululah Saw mengutus Abdullah bin Rawahah ra berangkat ke Khaibar (wilayah negara Islam yang baru saja tunduk kepda kekuasaan kaum Muslimin yang sebelumnya adalah daerah Yahudi) untuk menaksir hasil buah kurma di daerah itu. Rasulullah Saw (sebagai Kepala Negara Islam) telah memutuskan hasil bumi Khaibar dibagi dua: Separoh untuk kaum Yahudi yang mengolahnya (dengan aqad musaqat) dan separohnya lagi diserahkan kepada kaum muslimin.

Ketika Abdullah bin Rawahah sedang menjalankan tugas, orang-orang Yahudi datang kepadanya membawa berbagai perhiasan yang mereka kumpulkan dari istri mereka masing-masing.

Kepada Abdullah bin Rawahah mereka berkata, ”Perhiasan ini untuk anda, ringankanlah kami dan berikan kepda kami bagian lebih dari separoh.”

Abdullah bin Rawahah menjawab, ”Hai kaum Yahudi, demi Allah, kalian memang manusia-manusia hamba Allah yang paling kubenci. Apa yang kalian perbuat itu justru mendorong diriku lebih merendahkan kalian. Suap yang kalian tawarkan itu adalah barang haram, dan kami kaum Muslimin tidak memakannya!”

Mendengar jawaban tersebut mereka menyahut, ”Karena itulah langit dan bumi tetap tegak!” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwatha: 1450)

Semoga negeri yang dulu pernah menerapkan syariah Islam dalam bentuk kesultanan-kesultanan ini, mulai memutar haluannya untuk kembali kepada Islam. Semoga segera muncul negara Khilafah Islamiyah yang alat-alat negaranya terdiri dari orang-orang yang tidak mempan disuap. Dan bumi dan langit kepercayaan rakyat pun akan tetap tegak.[]

You may have missed