Valentine’s Day Menurut Islam

Assalamu’alaykum wr. wb.

Voice of Islam, Sekarang ini bulan Februari. Kalo orang-rang Barat suka mengartikan sebgai hari kasih sayang (Valentine’s day). Sebenarnya ini hari kan hari untuk merayakan pendeta yang dianggap besar, sebagai hari besar untuk umat kristen, sama halnya seperti hari Natal. Tapi yang kita lihat kenyataannya kok banyak anak muda Islam ikut merayakannya. Itu gimana sebenernya hukumnya kalo menurut Islam? Kalo memang haram, spertinya kok nggak ada tindakan untuk mencegah supaya tidak terjadi. Sebagai usulan gimana tema ini yang diangkat, supaya anak-anak muda Islam tidak melakukan?

Dari 0856-628xxx

Jawab:

Wa’alaykum salam warahmatullah wabarakatuh,

Agama Islam adalah agama yang khas peribadatannya, termasuk dalam soal hari raya. Nabi saw. Sudah mengingatkan bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kita hari raya yang terbaik dari yang pernah ada. Sabdanya:

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari raya yang lebih baik; hari fitri dan hari adha.”(HR. Abu Daud)

Adapun Valentine bisa kamu cari di internet mengenai sejarahnya dan asalnya, sama sekali bukan dari ajaran Islam. Peringatan itu asalnya dari ajaran paganisme (penyembah berhala dan dewa-dewa) untuk memuja dewa-dewa mereka, khususnya Lupercalia. Mereka merayakannya dengan ritual khusus layaknya hari raya dan peribadatan.

Ketika agama Nasrani masuk ke Romawi, untuk memikat hati rakyatnya, maka Paus Gelasius memasukkannya ke dalam agama Nasrani dengan mengait-ngaitkannya dengan sejarah Kristen. Padahal sejatinya tidak ada kaitannya dengan agama mereka. Sekadar untuk membuat rakyat Romawi mau memeluk agama Nasrani tanpa melepas keyakinan mereka terhadap dewa-dewanya.

Bagi kita, umat muslim, sudah jelas, tidak boleh hadir apalagi merayakannya – mengirim kartu ucapan, memberi coklat, mengirim sms ucapan selamat Valentine, dsb. –. Allah telah melarang kaum muslimin terlibat dalam hari raya orang-orang kafir. FirmanNya:

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan (az-zûr)…”(QS. Al-Furqan: 72).

Terdapat kesalahan dalam sejumlah penerjemahan ayat tersebut di dalam terjemahan al Quran bahasa Indonesia. Ayat tadi  sering diterjemahkan “dan orang-orang yang tidak bersaksi palsu”. Padahal, para ulama tafsir menjelaskan beragam seperti kebohongan, kebatilan dan perbuatan syirik. Ibnu Abbas ra. menjelaskan ayat itu sebagaimana tercantum di atas, yakni hari raya orang musyrik. Sayyidina Umar bin Khaththab  memerintahkan kaum muslimin untuk menjauhkan diri dari hari raya orang-orang kafir.

Nabi saw. juga melarang kita bertingkah laku menyerupai orang kafir. Sabdanya:

“Bukan golongan kami yang menyerupai selain golongan kami.”(hr. Tirmizi)

Jadi, jangan terjebak dengan maraknya iklan, promo, atau apapun tentang Valentine yang sekarang marak. Karena hukumnya adalah haram. Semoga jelas.[M. Iwan Januar]