Wednesday, 23 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Pintu Taubat Selalu Terbuka

Jadi ketika kita ingat kesalahan dan sekaligus mengingat Allah, maka muncul rasa takut maka menangislah. Karena dalam kondisi yang demikian kita berada dalam keadaan yang Dan bagi orang-orang yang menangis karena kesalahannya, maka ia adalah orang yang beruntung.

RADIO TALK SCRIPT

Program: VOICE OF ISLAM | Narasumber: IR. LATHIFAH MUSA (Konsultan Klinik Anak Muda untuk Pergaulan Islami) | Topik: PINTU TAUBAT SELALU TERBUKA

SMS:

08527403XXXX  Assalaamu’alaikum wr..wb.. Saya riya di Sumatra berumur 16 thun. Saya punya masalah dengan nafas, sewaktu bernafas dada terasa sesak.. Bila ingat kesalahan, sya kepkiran trus. Dmikian ya ustad. Syukr0n atas s0lusiny. Wassalaamu’alaikum wr..wb..

Ass.wwbt. Andi di medan.Apakah  berhubungan imtim dgn WTS atau PSK termasuk berzinah.Sekargan kan tdk ada hukum rajam yg mau melakukan.jadi cara kt bertobat dgn sholat tobat nasuha apkh bs menebuskan keslahan kt itu.atau ada cara lain selain dirajam untuk menebus keslahan itu.mohon jawabannya. Trima kasih

Kita seringkali mengingat-ingat kesalahan yang pernah kita lakukan. Bagaimana kalau hal tersebut selalu menghantui hidup kita, sehingga membuat kita sesak nafas atau sakit?

Mengingat-ingat kesalahan bahkan sampai menangis karena takut dan sangat kepada Allah itu justru disunnahkan.

“Idzaa tutslaa ‘alaihim aayaaturrahmani kharruuu sujjadaw wa bukiyyaa.

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka,maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam:58)

“Sab’atun yuzhilluhumullaahu fii zhillihi yauma laa zhilla illaa zhilluhu…. Wa rajulun dzakarallaha khaaliyan fa aaliyan fa faadhat ‘ainahu.

Ada tujuh golongan yang Allah akan menaungi pada saat tidak ada naungan kecuali naunganNYA… Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya.” (Muttafaq alaih)

Jadi ketika kita ingat kesalahan dan sekaligus mengingat Allah, maka muncul rasa takut maka menangislah. Karena dalam kondisi yang demikian kita berada dalam keadaan yang Dan bagi orang-orang yang menangis karena kesalahannya, maka ia adalah orang yang beruntung.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah hinga air susu kembali lagi ke payudara….”

Artinya orang yang menangis karena takut kepada Allah, dia tidak akan masuk neraka.

Bagaimana dengan orang yang masa lalunya pernah berzina dengan WTS?

Umar bin Khaththab ra, juga selalu menangis tersedu-sedu ketika mengingat kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Apa yang belum pernah dilakukannya, mulai dari minum khamr, main perempuan sampai mengubur anak perempuannya sendiri hidup-hidup, semua pernah dilakukannya. Itulah yang menyebabkan dia sangat menyesal dan selalu menangis ketika mengingat-ingat masa lalunya.

Umar bin Khaththab harus menjadi teladan bagi orang-orang muslim yang sadar sementara mereka dulu pernah berbuat dosa. Ketika Islam sudah menjadi kesadarannya, maka segera bertaubat dengan sungguh-sungguh. Itu yang dilakukan Umar. Barangkali soal kepremanan, Umar bin Khaththab itu adalah kepala sukunya. Tapi dia adalah shahabat yang mulia ketika telah tersentuh Islam. Bahkan ada hadits yang menyebutkan bahwa Umar dijamin syurga (pasti masuk surga). Apakah ini membuat Umar jadi pede? Ternyata nggak, dia selalu merasa sebagai orang yang paling bersalah sedunia. Orang yang hanya berharap mendapat emper surga, asalkan tidak di neraka. Maka bagi kita-kita yang pernah punya masa lalu seperti masa lalunya Umar bin Khaththab: yaitu mulai dari pemabok, pezina, tukang berantem, main hajar orang dll, ayo deh mulai sekarang masih ada waktu untuk menjadi seperti Umar bin Khaththab. Kita masih hidup. Berarti kita masih punya waktu. Waktu itu peluang, waktu itu kesempatan harus dikejar sekarang juga.

Bagaimana caranya kita bertaubat, bagaimana kita yakin kalau kita dimaafkan oleh Allah.

Orang yang beriman itu punya sifat ar-roja’. Ar-roja’ itu berbaik sangka kepada Allah. Di antara tanda kita berbaik sangka kepada Allah adalah: kita mengharapkan rahmat, jalan keluar, ampunan dan pertolongan Allah SWT. Bagi seorang muslim, berbaik sangka itu wajib hukumnya.

Allah SWT berfirman dalam QS al Baqarah: 218:

“Innalladziina ‘aamanuu walladziina haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi. Ulaaika yarjuuna rahmatallahi. Wallaahu ghafuururrahiim.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam QS al A’raf: 56:

“Wad’uuhu khaufan wa thama’an inna rahmatallaaho qoriibun minal muhsiniina.

Dan berdoalah kepadaNYA dengan rasa tahut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”

Lalu ada hadits dari Watsilah bin Asqa, Ia berkata: Berbahagialah karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda:

Allah berfirman: Anaa ‘inda dhonna ‘ abdi bii, In zhonna khairan falahu wa in zhonna syarran fa lahu.”

Pertanyaan Andi, bagaimana dengan kondisi orang yang sudah berzina dan tidak dirajam? Berarti dia belum bisa menebus dosanya di dunia?

Rajam atau hukuman-hukuman hudud, jinayat dll, hanya bisa dilaksanakan oleh Daulah Islamiyah. Artinya sebuah institusi negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Karena penerapan hukum ini berangkat dari aqidah Islamiyah yang harus mewarnai seluruh aspek kehidupan. Kalau belum ada daulah khilafah yang dimaksud, maka orang-orang yang berdosa dan harus terkena sanksi hanya bisa melakukan taubat nasuha. Sebagaimana shahabat2 nabi, ketika belum ada daulah khilafah di Madinah, maka dosa-dosa masa lalu mereka tidak dikenakan sanksi.­­­ Yang harus kita lakukan sekarang adalah bertaubat sungguh-sungguh. Gambarannya sebagaimana yang telah dilakukan oleh para shahabat ketika mereka bertaubat. Banyak memohon ampun kepada Allah, sholat taubat, banyak bersedekah dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Orang yang beruntung adalah mereka yang suka saling  menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Jangan berputus asa. Putus asa dari rahmat Allah itu dosa besar. Rasulullah Saw pernah ditanya tentang dosa besar. Rasulullah Saw bersabda: “Dosa besar itu adalah musyrik kepada Allah, putus asa dari karunia Allah dan putus harapan dari rahmat Allah.”[]

You may have missed