Tuesday, 2 June 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Huru-Hara Akhir Zaman

Memang kalau kita melihat konstelasi politik internasional saat ini, sudah mulai sejalan dengan berita-berita dalam hadits. Bahkan tentang akan adanya kekhilafahan itu sendiri sudah diprediksi oleh banyak lembaga dan pengamat politik dunia. Termasuk NIC sebagai lembaga intelijen yang memasok data bagi AS memperkirakan tahunnya. Kira-kira tahun 2020.

Program: Voice of Islam | Rubrik: Konsultasi Surat | Narasumber: Ir. Lathifah Musa | Topik: HURU HARA AKHIR ZAMAN

Assalaamu’alaikum. Ustadzah, saya pernah mendengar tentang istilah perang Armagedon. Apa sih maksudnya. Katanya terkait dengan akhir zaman ya, menjelang hari kiamat. Salam. Hamba Allah Bogor

08136592xxxx

Aslkm,afwan ya ustd/zh. Bagaimana tggapan ustd/zh mgnai pmberitaan yang sedang  heboh2ny tentang akan terjadinya gerhana mathari? Dan hal ini di ikuti dgn trjadinya hari kiamat yg dprediksikan terjadi pada tahun 2012. Mhon pnjelasannya agar saudara2 kita & saya sendiri bsa mmhminya. Sukron. BY:Lena (Duri-Riau).

Bagaimana pendapat ustadzah tentang Perang Armagedon?

Armagedon diduga berasal dari bahasa ibrani. Har Megido. Yang artinya Bukit Megiddo. Yang dirujuk adalah dataran lembah yang disebut Megiddo. Letaknya di wilayah Palestina. Kalau menurut kitab-kitab bangsa Yahudi-Nasrani, yang masih sedikit sejalan (karena sekarang banyak yang diselewengkan), peperangan itu diikuti oleh suatu masa yang disebut Pembentukan Kerajaan Allah di muka bumi. Mereka menganggap sebagai pembersihan dosa-dosa dunia di era millennium. Itu versi dari agama nashrani

Bagaimana kalau menurut Islam?

Di dalam Islam sendiri ada indikasi atau penunjukan bahwa di akhir zaman menjelang tegaknya Khilafah ala minhajin nubuwwah, ada perang yang menjadi awal peperangan besar. Nash-nash hadits menyebut peperangan tersebut melawan Yahudi. Dalam Shahih Bukhori Muslim bahkan disebutkan peperangan ini terus berlangsung hingga Yahudi akan habis dan kalah. Bahkan batu dan pohon pun seperti menyerukan ketika ada Yahudi yang bersembunyi di baliknya. “Ini Yahudi, wahai hamba Allah bunuhlah dia.”

Sebenarnya ada tidak nash-nash al Qur’an dan hadits yang memberitakan tentang peristiwa huru-hara akhir zaman ini?

Ada banyak sekali. Memang kedudukannya tidak sampai qoth’I (mutawattir). Tapi banyak yang shahih. Hanya antara satu hadits dengan hadits lain ternyata tidak bertentangan, bahkan saling menguatkan membentuk gambaran yang lebih jelas dan kuat. Ini yang kalau dalam ilmu hadits disebut mutawattir ma’nawi. Sehingga penerimaan terhadap maknanya bersifat pasti. Terkait kepastian ini adalah: peristiwa perang di akhir zaman melawan yahudi, kemudian akan tegak khilafah, selanjutnya akan muncul seorang pemimpin kaum muslimin yang bergelar al mahdi, Ketika al mahdi ini memimpin kaum muslimin, terjadi kemenangan demi kemenangan . Ini yang membuat gembong kejahatan dunia, yang disebut dajjal keluar dari persembunyiannya dan langsung memimpin seluruh yahudi (karena dia adalah pemimpin yahudi) untuk memerangi al mahdi. Tapi kekuasaan dan kehebatan Dajjal bukanlah lawan tanding Imam Mahdi seorang. Oleh karena itu sesuai dengan kehendak Allah. maka Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajjal. Imam Mahdi dan Nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di “pintu Lod” dalam kompleks Al Aqsha. Ini menurut riwayat tertentu.

Bagaimana pandangan Ustadzah tentang kondisi saat ini terkait dengan nash-nash akhir zaman?

Memang kalau kita melihat konstelasi politik internasional saat ini, sudah mulai sejalan dengan berita-berita dalam hadits. Bahkan tentang akan adanya kekhilafahan itu sendiri sudah diprediksi oleh banyak lembaga dan pengamat politik dunia. Termasuk NIC sebagai lembaga intelijen yang memasok data bagi AS memperkirakan tahunnya. Kira-kira tahun 2020.  Artinya konstelasi politik internasional yang kita hadapi sudah mengarah pada nash-nash akhir zaman.

Tentang Imam mahdi sendiri, apakah ia seorang khalifah atau pemimpin muslim biasa?

Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar Khalifah, amirul mukminin dan sebagainya.

Dalam hal ini memang berbeda pendapat antar kaum muslimin bahwa ia khalifah yang pertama atau yang berikutnya. Sehingga untuk yang menganggap ia adalah khalifah pertama, maka  menunggu-nunggu nanti la mahdi saja yang menegakkan khalifah. Tapi banyak hadits juga yang menggambarkan ia bukan yang pertama.  Mengenai imam mahdi ini ada sebuah hadits yang shahih

Dari Aisyah ra, ia  menuturkan. Pada suatu hari tubuh Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya. Lalu kami bertanya, ‘Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju baitullah (Ka’bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka’bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai ke padang pasir, maka mereka ditelan bumi.’ Kemudian kami bertanya, ‘Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat bermacam-macam orang?’ Beliau menjawab, ‘Benar, di antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari berbangkit, menurut niat mereka masing-masing. (HR. Bukhary, Muslim)

Suatu pasukan dari umatku akan datang dari arah negeri Syam ke Baitullah (Ka’bah) untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah dari mereka. (HR. Ahmad)

Jadi banyak anggapan bahwa al mahdi adalah seorang muslim yang kaum muslimin kemudian memaksanya untuk memimpin mereka.

Kemunculan Imam Mahdi bukan karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri melainkan karena takdir Allah yang pasti berlaku. Bahkan Imam Mahdi sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah Imam Mahdi melainkan setelah Allah SWT mengislahkannya dalam suatu malam, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist berikut:Hal ini diterangkan sangat jelas dalam sebuah hadist nabi yang di riwayatkan oleh Thabrani.

Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani)

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta kekayaan selimpah-limpahnya. Dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya. (HR. Muslim dan Ahmad). Dalam hadist yang disebutkan di atas Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kedazliman, hinga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya.

Bagaimana dengan pertanyaan Lena, di Duri Riau?

Tidak sejalan dengan nash-nash syar’i. Karena terjadi menurut nash-nash hadits adalah peperangan melawan Yahudi, kemudian al mahdi, muncul Dajjal, turun nabi Isa yang bersama-sama al Mahdi akan membunuh Dajjal, Dajjal terbunuh, Nabi Isa akan menghancurkan salib dan meluruskan penyimpangan nasrani hingga semua agama di muka bumi ini hanya Islam. Sesudah itu terjadi kejayaan Islam yang setinggi-tingginya. Lalu Nabi Isa wafat. Disholatkan dan dimakamkan oleh kaum muslimin sebagai seorang muslim. Sesudah itu terjadi kemunduran berangsur-angsur hingga ada peristiwa yang menyebabkan seluruh orang yang masih beriman meninggal dunia. Dan terjadilah bumi ini hanya tinggal orang-orang jahat. Baru Kiamat. Ini sebagaimana hadits:

“Termasuk dalam golongan sejahat-jahatnya manusia ialah orang yang didapati pada waktu tibanya hari kiamat itu dan mereka masih hidup.” (HR Bukhori Muslim)

Bagaimana kita menyikapi nash-nash tentang akhir zaman ini?

Pertama, Hari Kiamat adalah bagian dari keimanan terhadap Islam. Nash-nash yang terkait dengan kiamat harus diyakini dengan sepenuh hati. Walaupun ada yang memiliki kedudukan yang dzhon, atau tidak sampai kepastian kepada kita. Namun ketika nash-nash tersebut tidak saling bertentang, maka semuanya akan memperkaya keimanan kita kepada Allah. Menguatkankan keyakinan kita bahwa hanya Allah SWT satu-satunya tempat bergantung dan kita akan kembali.

Kedua, Berita ini sebenarnya adalah khabar gembira bagi kita. Karena sebagai seorang muslim kita dilahirkan di era ini yang masih banyak kesempatan untuk menjadi Pejuang Agama Allah, Pejuang Islam, Mujahid fii sabiilillah, sehingga akan menghapuskan dosa-dosa kita dan meraih surga Allah SWT. Untuk itu adalah suatu kehormatan bagi kita untuk menjadi Hamba Allah yang bertaqwa dan berjuang untuk menegakkan Khilafah Rasyidah sebagaimana yang dijanjikan.[]

You may have missed