Bagaimana Menyelesaikan Kemiskinan Rakyat?

RADIO TALKSCRIPT | Program: Voice of Islam | Narasumber: Usth. Ir. Lathifah Musa (Konsultan Klinik Anak Muda untuk Pergaulan Islami) | TOPIK: BAGAIMANA RAKYAT BISA KELUAR DARI CENGKERAMAN KEMISKINAN

SMS:

085253915xxx Aslm wr wb sy h. Hasan basri ds mandiro kab. Bondowoso ingin bertanya bagai mana caranya rakyat indonesia bisa keluar dari cengkeraman kemiskinan.

Bagaimana rakyat Indonesia bisa keluar dari cengkeraman kemiskinan?

Pertanyaan ini kalau ditanyakan kepada Menkeu atau Tim Ekonomi yang memegang kebijakan saat ini, pasti mereka mengatakan. Kita nggak tambah miskin kok. Buktinya ekonomi kita menggeliat bangkit? Buktinya, bioskop-bioskop masih ramai. Buktinya pembelian mobil-mobil mewah semakin meningkat.

Jadi sebenarnya rakyat Indonesia ini miskin nggak sih?

Sebenarnya sangat miskin. Hanya ada semacam manipulasi dalam hitung-hitungan ekonomi Kapitalis yang membuat kita semua tertipu. Pertumbuhan ekonomi menjadi asas dalam sistem ekonomi kapitalis. Ini dengan cara membiarkan manusia bebas memiliki, bebas berusaha memproduksi kekayaan dan menguasainya. Akhirnya siapa yang kuat dia yang menguasai. Siapa yang kuat adalah siapa yang paling punya banyak uang. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Jadi ekonomi kapitalis ini benar-benar menipu kita. Sebagian  pemimpin kita yang mungkin bisa jadi aja sebenarnya ikhlas. Tapi nggak ngerti lagi mau bagaimana akibat tekanan negara-negara kapitalis. Kalau ekonom saya yakin mereka tahu. Setiap saat pertumbuhan ekonomi meningkat, tetapi kenyataannya kekayaan hanya tercurah ke segelintir orang aja yang semakin lama semakin kaya. Sementara, rakyat miskin semakin banyak. Tingkat kemiskinan pun semakin parah. Inilah kapitalisme. Yang namanya rakyat tidak akan pernah bisa beranjak dari kemiskinan, selama sistem yang menaungi mereka menggunakan ekonomi kapitalisme.

Tapi seringkali negara-negara yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis, juga menggulirkan program bantuan atau jaminan sosial bagi orang miskin. Sehingga bisa dibilang ini akan membantu rakyat yang jadi korban sistem. Jadi solusinya, perekonomian kapitalis iya, tapi jaminan sosial juga dijalankan. Bagaimana denan solusi ini? Apa tidak bisa menghapus kemiskinan?

Jujur aja, apa iya solusi-solusi seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) bisa menyelesaikan masalah kemiskinan? Kenyataannya kan enggak. Di dalam sistem perekonomian kapitalisme, apabila diterapkan konsep kapitalis secara murni, maka kesenjangan dan penderitaan rakyat akan semakin parah. Hal ini akan memunculkan gejolak yang tinggi dari rakyat akibat beban penderitaan dan perasaan terzhalimi yang tidak tertahankan. Akhirnya ini juga akan merugikan para kapitalis, karena iklim masyarakat yang tidak sehat. Untuk itu diadopsi hukum-hukum yang sebenarnya ini hanya diambil untuk menambal kelemahan dan kebusukan sistem kapitalisme.  Jadi hukum ini memang sengaja diadopsi oleh kapitalisme untuk memperpanjang umur kapitalisme itu sendiri. Misalnya memberi tunjangan kepada para pegawai. Pelayanan kesehatan gratis bagi fakir miskin, pendidikan gratis bagi anak-anak yang tidak mampu. Tapi sebenarnya pelayanan sosial seperti hanya sekedar kamuflase saja. Karena hanya bagi orang-orang yang tertentu saja, tidak semua orang. Misalnya bagi tukang kebun, sopir, penjual asongan, tukang semir sepatu, tukang koran dll, tidak tersentuh tunjangan

Mungkinkah mengentaskan kemiskinan rakyat di negara yang tetap menerapkan kapitalisme?

Tidak akan pernah. Apalagi kalau negaranya bukan negara yang menerapkan kapitalisme sejati seperti AS dan Eropa. Negara-negara muslim secara umum menjadi korban negara-negara kapitalis. Seperti Indonesia, sudah jelas seperti sapi perah bagi negara-negara kapitalis.

Apakah ada harapan bagi orang miskin untuk bangkit dari penderitaannya?

Sebenarnya bumi ini dan alam semesta diciptakan sebagai rahmatan lil alamiin. Allah menciptakan alam semesta ini untuk memberi kesejahteraan dan kemakmuran bagi umat manusia. Kaum muslimin diberi amanah untuk memimpin sebagai umat terbaik yang harus mengelola seluruh karunia Allah.

Namun Allah menjanjikan bahwa alam semesta ciptaanNya ini akan barokah hanya bila kaum muslimin menjalankan syariat Allah:

“wa lau anna ahlal quraa aamanuu wat taqau lafatahnaa ‘alaihim barakaatim minassamaa’I wal ardhi wa laakin kadzdzabuu fa akhadz naahum bimaa kaanuu yaksibuun:

Jika sekiranya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, niscaya kami bukakan untuk mereka barakah (pintu-pintu rahmat) dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan. Kami ambil tindakan terhadap mereka itu disebabkan perbuatan mereka sendiri.”

Di satu sisi kemiskinan kaum muslimin secara umum, adalah karena ulah mereka sendiri meninggalkan ketaqwaan kepada Allah. Mereka menjalankan ekonomi kapitalis, menjalankan sistem ribawi, membebaskan manusia untuk memiliki hak-hak umum secara pribadi, korupsi, suap, nepotis merajalela dan dilakukan oleh banyak umat Islam. Kadang-kadang tanpa mereka menyadari bahwa itu salah. Atau kalaupun sadar, menutup telinga & seolah-olah tidak bisa meninggalkan kerusakan itu. Misalnya, kebiasaan mark up anggaran di kantor, memberi suap untuk memenangkan tender dll. Seolah-olah itu budaya yang sulit dilepas. Kalau dilepas, rasanya sayang. Berarti memang kecintaannya kepada Allah masih rendah. Hubbuddunyaa masih sangat tinggi.

Apa yang harus dilakukan oleh kaum muslimin?

Jalankan syariat Allah. Untuk merubah sistem ada mekanisme dakwah yang harus dilakukan oleh para pengemban dakwah Islam, ormas, parpol, ulama dll dalam rangka mengembalikan ketaqwaan umat. Namun tidak sekedar mengembalikan ketaqwaan yang hilang atau melemah, sekaligus juga harus dijelaskan bagaimana Islam mengatur masalah perekonomian. Islam memiliki konsep sistem perekonomian yang agung. Mengatur bagaimana negara berperan mendistribusikan kekayaan. Islam mengatur bagaimana mengelola SDA. Islam juga mengatur bagaimana mengelola SDM agar unggul dan berdaya guna.

Politik perekonomian dalam Islam secara umum memiliki dua arah solusi: (1) garis besar tentang sumber-sumber ekonomi (2) garis besar jaminan pemenuhan kebutuhan primer. SDM itu harus terpenuhi kebutuhan primernya agar berdaya guna. Orang lapar, sakit dan bodoh tidak akan bisa bekerja, apalagi bekerja baik. Di sini harus ada peran negara. Peningkatan produksi menjadi masalah lain. Yaitu bagaimana agar kaya. Bukan bagaimana agar terjamin pemenuhan kebutuhan pokoknya sebagai manusia. Atau dengan kata lain bagaimana agar tidak menjadi fakir miskin. Solusi peningkatan produksi tidak sama di setiap negara karena tergantung kondisi SDA nya. Sebagai contoh di Indonesia, masalah pembangunan ekonomi didasarkan pada peningkatan produksi pertanian disertai dengan revolusi industri, kalau ingin mengokohkan sektor industri. Sehingga industri menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi. Untuk itu solusinya ada pada empat kajian, yaitu: Pertama, politik pertanian. Kedua, politik industri. Ketiga pendanaan proyek dan keempat menciptakan pasar-pasar luar negeri bagi hasil produksi negara.

Kalau solusi kemiskinan individu  bagaimana?

Ini akan teratasi kalau diterapkan sistem yang berpihak kepada rakyat. Artinya, dalam Islam ada solusi tersendiri bagi rakyat miskin. Kalau kepala keluarga miskin karena tidak punya pendapatan, maka negara harus memberikan pekerjaan dan mencukupi kebutuhan pokok rakyatnya. Tapi ini tentu belum bisa terealisasi saat ini. Untuk itu maka solusi terdekat disamping berupaya mengubah sistem adalah dengan bersungguh-sungguh bekerja bagi seorang kepala keluarga.

Allah SWT memerintahkan kita untuk keluar mencari rizki:

“Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizkiNya.” (QS al Mulk: 15).

Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah seorang makan makanan yang lebih baik dari makan  hasil jerih payahnya sendiri.”

Di sini ada pujian bagi orang yang bersungguh-sungguh bekerja untuk mencari nafkah dirinya dan nafkah keluarganya.  Motivasi bekerja kita seharusnya berusaha dengan sebaik-baiknya, jangan berusaha apa adanya. Seringkali kemiskinan itu karena malas. Kalaupun berusaha, tidak optimal.

Kemudian bagi kepala keluarga yang saat ini menganggur, jangan hanya diam di rumah saja, keluarlah. Bismillaahi. Menjalankan perintah Allah untuk memenuhi kewajiban mencari nafkah keluarga. Allah memerintahkan kita untuk berjalan ke segala penjuru. Maksudnya jangan hanya diam saja. Kalau kita keluar rumah mencari pekerjaan, maka kita akan ketemu relasi, kenalan, ide-ide untuk mencari uang dll. Kemudian bersungguh-sungguhlah bekerja, ketika sudah menemukan jalan keluar.  Innalaaha laa yughayyiru maa biqoumin hatta yughayyiru maa bianfusihim.[]

Tags:
author

Author: