Friday, 25 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Rencana Strategis AS untuk Menguasai Indonesia

Bahwa ternyata eksistensi Islam liberal, Islam moderat dan jaringan-jaringan mereka adalah bagian dari Rancangan Strategis Negara-negara Barat (khususnya AS) untuk menguasai Indonesia. Ini terungkap dari dokumen yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Keamanan AS Quadrennial Defense Review Report, yang memandang bahwa keterlibatan AS dalam peperangan tidaklah hanya di medan pertempuran sesungguhnya, namun juga dalam kancah perang ide/pemikiran.

Program: Voice of Islam | Narasumber: Usth. Ir. Lathifah Musa (Konsultan Klinik Anak Muda untuk Pergaulan Islami) | TOPIK: RENCANA STRATEGIS AS UNTUK MENGUASAI INDONESIA

SMS:

Assalaamu’alaikum. Mengapa sih ada Islam yang liberal. Apa bedanya dengan Islam moderat? 0856-293-xxxx

Mengapa ada Islam Liberal?

Sebenarnya tidak Islam yang liberal. Karena liberal sendiri adalah sebuah pemikiran dari ideologi yang membebaskan manusia. Liberal itu bisa dikatakan sebagai ideologi tersendiri. Tidak bisa dilekatkan dengan Islam.

Mengapa ada istilah Islam Liberal?

Itu memang sengaja dimunculkan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak Islam. Tujuannya untuk menghancurkan Islam. Makanya kalau kita memperhatikan apa yang dilakukan oleh para aktivis Islam Liberal, sebenarnya semua aktivitas merusak Islam. Mereka mendukung Ahmadiyah, membolehkan pernikahan campur (muslimah menikah dengan laki-laki kafir), bahkan ada yang membolehkan pernikahan sesama jenis. Seperti yang dikemukakan oleh Musdah Mulia.

Kalau Islam moderat, itu yang seperti apa?

Islam moderat juga dimunculkan untuk mengaburkan Islam itu sendiri. Seolah-olah memang istilah baru dan terkesan elit/eksklusif. Tapi sebenarnya maksudnya sama. Yaitu bagaimana seorang muslim menjadi sosok yang sejalan dengan keinginan orang-orang Kafir.

Sebenarnya ada apa di balik berkembangnya pemikiran liberal dan moderat ini di dalam tubuh kaum muslimin?

Pertanyaan yang sangat menarik. Dan jawaban ini terungkap dari sebuah dokumen penting Departemen Pertahanan Keamanan Pentagon yang berhasil bocor di kalangan media. Bahwa ternyata eksistensi Islam liberal, Islam moderat dan jaringan-jaringan mereka adalah bagian dari Rancangan Strategis Negara-negara Barat (khususnya AS) untuk menguasai Indonesia. Ini  terungkap dari dokumen yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Keamanan AS Quadrennial Defense Review Report, yang memandang bahwa keterlibatan AS dalam peperangan tidaklah hanya di medan pertempuran sesungguhnya, namun juga dalam kancah perang ide/pemikiran. Bahkan kemenangan yang tertinggi hanya bisa dicapai ketika ideologi Islam (yang AS menyebut sebagai ideologi para ekstrimis. red)  didiskreditkan dalam pandangan mayoritas penduduk di tempat tinggal mereka dan di hadapan kelompok yang diam-diam menjadi pendukungnya.

Atas dasar analisa ini, Militer AS merekomendasikan strategi politik untuk menguasai Indonesia. Yakni dengan menghidupkan kultur moderat yang kuat di negeri ini. Keberhasilan strategi ini akan memunculkan perlawanan terhadap Islam Ideologi dan menguatkan dukungan terhadap berbagai kebijakan Amerika yang menunggangi jargon-jargon Demokrasi-HAM dan Kesetaraan Gender.

Dengan menciptakan kultur moderat akan terwujud muslim-muslim moderat, yakni mereka yang mengokohkan kultur demokrasi. Inilah yang akan menjadikan Indonesia terkendali di bawah AS.

Wah berarti memang semakin berkembangnya kultur liberal dan moderat di masyarakat Indonesia, itu justru menguntungkan AS untuk mencengkeram Indonesia?

Ya betul. Karena kalau seorang muslim menjadi liberal, yang jelas dia tidak akan mau terikat dengan Islam. Kalau moderat, sama saja. Dia akan tidak menerima sepenuhnya al Qur’an dan al Hadits. Kalau menguntungkan diambil, kalau tidak ya dicampakkan.

Sebenarnya seperti apa sih sosok seorang muslim yang moderat?

Karakter muslim moderat yang diinginkan, antara lain  : (1) Mendukung demokrasi dan HAM yang difahami secara internasional (HAM versi Amerika); (2) Menghargai perbedaan/ keragaman (dalam konteks pluralisme bukan pluralitas); (3) Penerimaan terhadap sumber hukum non sektarian (tidak menerima hukum yang bersumber dari syariat Islam); (4) Perlawanan terhadap terorisme dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya yang tidak ”legitimate” (bentuk legitimate ini telah memiliki bingkai tersendiri, sebagaimana yang disahkan dalam konferensi dan konvensi internasional). Jadi jkalau AS menyerang Afghanistan dan Irak, itu legitimate. Tapi kalau muslim Palestina dan Yordania menyerang Israel, maka itu dipandang tidak legitimate.

Kalau dikatakan bahwa membangun kultur liberal dan moderat adalah strategi untuk mengendalikan Indonesia, mengapa kok dokumen itu dikeluarkan oleh Militer AS? Mengapa seolah-olah tidak ada sisi militernya untuk menguasai Indonesia?

Bagi negara-negara Kapitalis, kalau sebuah negara cukup dikuasai tanpa menggunakan angkatan bersenjata, itu jauh lebih baik. Karena kalau harus dengan militer, maka biaya yang dikeluarkan sangat besar. Rekomendasi ini memang dikeluarkan oleh Dephankam AS, karena ini terkait dengan Pertahanan Keamanan bagi AS sendiri. Mereka melihat, untuk bisa mencegah terjadinya serangan sebuah negara, maka sistem ketahanan negara tersebut harus dilemahkan. AS melihat bahwa kekuatan kaum muslimin dalam negeri-negeri muslim terletak pada aqidahnya. Islam memiliki pandangan tersendiri tentang dakwah, tentang jihad, yang ini berasal dari nash-nash yang diyakini oleh kaum muslimin.  Bagi AS, pandangan Islam tentang dakwah dan jihad dipandang sebagai teror tersendiri yang akan mengancam eksistensi negara-negara Kapitalis. Di sinilah upaya melemahkan ketahanan kaum muslimin menjadi bagian dari kerja militer. Cara yang paling mudah adalah merusak pemikiran Islam.

Bagaimana cara mereka agar strategi ini berhasil. Setidaknya kalau kita sebagai umat Islam tahu, maka kita akan berhati-hati agar tidak terjebak menjadi seseorang yang justru akan menghalangi kebangkitan Islam?

Di dalam dokumen tersebut, Strategi untuk membangun Jaringan Islam Moderat ini dilancarkan melalui Pendidikan Demokrasi Secara khusus diwujudkan dalam program-program yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan pluralistik.. Dengan demikian madrasah-madrasah harus dimasuki oleh sebuah kurikulum yang mempromosikan demokrasi dan nilai-nilai pluralistik. Namun kenyataannya sekalipun kurikulum berjalan, tetapi kok pengajarnya kurang moderat. Ini dipandang sebagai satu kelemahan tersendiri. Akhirnya salah satu yayasan internasional AS, yaitu The Asia Foundations telah mengembangkan sebuah program untuk membantu usaha-usaha ulama moderat menggali teks dan tradisi bagi pengajaran yang otoritatif yang mendukung nilai-nilai demokratis. Hasilnya adalah sekumpulan bahan  penulisan fiqih  (hukum-hukum Islam) yang mendukung demokrasi, pluralisme dan kesetaraan gender. Contohnya: lahirlah fiqih yang menyamaratakan waris antara laki-laki dan perempuan dengan alasan kesetaraan gender. Kemudian lahir fiqh yang mengatakan bahwa lak-laki juga harus punya masa iddah, jangan perempuan saja. Supaya lebih setara. Kemudian mereka menolak ar rijaalu qowwamuuna ’alan nisaa: Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan. Dan banyak lagi fiqh-fiqh aneh yang dilahirkan. Makanya kalau ada seorang akademisi yang berhasil melahirkan fiqh-fiqh aneh, karirnya pasti berkembang pesat. Tahu-tahu sudah jadi Professor. Tentu yang memberi gelar Professor adalah AS. (2) Selain itu ada pengembangan jaringan melalui media-media yang moderat. Contoh program radio Liberal. (3) Kesetaraan Gender. (4) Advokasi kebijakan. Yang ini digulirkan untuk menghasilkan UU tertentu yang berbasis demokrasi, HAM dan Gender. Misalnya UU Kespro. Yang di dalamnya ada legalisasi Aborsii

Apa yang harus dilakukan kaum muslimin di Indonesia, untuk mencegah agar Islam tidak dirusak?

Tentu kita harus memurnikan aqidah (keyakinan) kita sebagai seorang muslim. Bahwa hanya Allah SWT yang menolong kita. Hanya kalau kita sebagai seorang muslim berusaha untuk taat. Memahami dan menjalankan al Qur’an dan as Sunnah dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang muslim yang taat, maka kita harus menjalankan kewajiban sebaik-baik. Menjauhi keharaman juga dengan sebaik-baiknya. Kemudian ketika kita sudah memahami Islam (walaupun satu ayat/satu pelajaran) maka yang harus kita lakukan adalah mengemban dakwah Islam. Menyampaikan kepada yang lain. Sebagaimana amanah Rasulullah Saw : Ballighuu ’annii wa lau ayah: Sampaikanlah apa yang berasal dariku (ajaranku) walaupun hanya satu ayat. Kepada keluarga kita, agar mau menerapkan Islam. Kepada tetangga terdekat kita, kepada saudara-saudara kita, kepada teman-teman kita, kepada rekan-rekan sekerja kita. Itulah yang namanya berdakwah Yaitu mengajak mereka kepada kebenaran. Kepada Islam. Inilah cara yang paling mudah dan paling sederhana tapi paling jitu untuk mencegah kerusakan. Di sisi lain kita juga harus menasehati para penguasa, agar waspada dan tidak menjalankan program yang justru menyengsarakan umat.[]

You may have missed