Thursday, 26 November 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Apa Mukjizat al-Quran?

Kalau mukjizat nabi dan rasul yang lain akan hilang sepeninggal para nabi dan rasul ini, tetapi mukjiat yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. tetap berlaku dan bisa disaksikan sampai saat ini. Karena Beliau Saw meninggalkan al-Quran kepada kita semua.

Program: Voice of Islam | Rubrik: Konsultasi Surat | Pengasuh: Ir. Lathifah Musa


Contact: +628127228XXXX Date: 2/15/2009 8:18 AM

Aslmu’alaikum sya ingin bertanya apa saja keistimewaan yg terkandung dlm al-qur’an?dan katanya di dlm al-qur’an trdpat ilmu sains,apakah itu benar? Wslm (Hamba Allah. Lampung).

Ustadzah, apa sih keistimewaan al Qur’an? Apakah dari sisi sainsnya yang terkandung dalam al Qur’an?

Ustadzah, apa yang dimaksud dengan keistimewaan al Qur’an?

Kalau kita berbicara tentang keistimewaan, maka yang ada pada al Qur’an dan masih bisa disaksikan sampai sekarang adalah mu’jizatnya.  Setiap nabi dan Rasul memiliki mukjizat. Allah SWT mengutus nabi Musa as kepada kaumnya dan kepada pemimpin mereka yang bernama Fir’aun yang mengklaim sebagai Tuhan, di sekitarnya Fir’aun ada tukang sihir-rukang sihir.Mereka tukang sihir ini menipu orang-orang dengan sihir mereka bahwa mereka mampu mengubah tongkat dan tali menjadi ular. Allah SWT memberi mukjizat berupa tongkat kepada Nabi Musa as yang akhirnya mampu mengalahkan sihir mereka. Selanjutnya penyihir-penyihir itu menjadi orang-orang yang pertama kali beriman kepada Allah SWT dan kenabian Nabi Musa as.  Ini karena mereka menyadari hakikat yang mereka kerjakan selama ini, dan bisa membedakan antara hakikat penipuan mereka dengan mukjizat Allah SWT. Dalam hal lain, mukjizat nabi Isa as adalah kemampuan menghidupkan orang mati pada masa dimana ilmu kedokteran belum maju. Mengenai Nabi Muhammad Saw , Allah SWT telah mengutus beliau kepada kaum yang memiliki pasar-pasar dimana di dalamnya mereka saling menonjolkan kefasihan (fashahah) dan kejelasan (balaghah) syair-syair mereka. Syair yang menang akan ditulis dengan tinta emas dan digantungkan di Ka’bah (saat itu sebagai pusat kediaman berhala-berhala yang dianggap tuhan mereka). Syair yang menang akan menjadi perbincangan dan kabilah yang menang akan berbangga-bangga dengan pujian. Namun kemudian Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Saw berupa ungkapan berbahasa arab, serupa dengan syir-syair yang dibanggakan oelh orang arab. Bahkan mukjizat itu menggunakan huruf-huruf dan lafazh yang juga dipakai dalam syair-syair orang arab. Mukjizat tersebut adalah al Qur’an, yaitu Kalam (perkataan) Allah

Berarti keistimewaan AQ adalah mukjizatnya? Sekarang yang dimaksud mukjizat itu sendiri apa sih?

Mukjizat adalah pembuktian akan kelemahan (itsbatul ajzi), yaitu perbuatan yang menyimpang dari adat kebiasaan dan menyalahi sunatullah (anzhimatul wujud) yang telah dipahami manusia. Misalnya menghidupkan orang mati, tercabutnya khasiyat api yang bisa membakar pada Nabi Ibrahim as, tercabutnya khasiyat air yang bisa menenggelamkan orang-orang yang beriman kepada nabi Musa as, ketika dikejar tentara Fir’aun. Tujuan dari mukjiat adalah agar manusia menyaksikan bahwa yang diberi mukjizat adalah Rasul Allah SWT dan meyakini bahwa apa yang dikatakannya adalah wahyu Allah SWT.

Apa yang menjadi mukjizat al Qur’an?

Al Qur’an secara langsung menantang bangsa arab dan seluruh manusia untuk membuat yang semisal al Qur’an. Dalam QS Yunus: 38 dan dalam QS al Isra: 88. Jadi mukjizat AQ ditujukan kepada seluruh manusia dan berlaku di setiap masa. Kalau mukjizat nabi dan Rasul yang lain akan hilang sepeninggal para nabi dan Rasul ini, tetapi mukjiat yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw tetap berlaku dan bisa disaksikan sampai saat ini. Karena Beliau Saw meninggalkan al Qur’an kepada kita semua.

Apakah mukjizat al Quran itu juga berarti kandungan sains yang ada di dalamnya?

Al Qur’an juga mengandung sebagian informasi tentang hukum alam yang sekarang dikategorikan sbg sains, al Qur’an juga mengandung kisah-kisah orang terdahulu, sebagaimana fenomena yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Tapi kedua hal ini bukanlah inti dari mukjiat al Qur’an. Alasannya karena (1)  Mukjizat adalah itsbatul ajz al basyar dengan hadirnya sesuatu yang dapat melemahkan hingga hari Kiamat. Sementara manusia juga bisa berkisah tentang masa lalu dan memprediksi yang akan datang sekalipun belum tentu semuanya benar. Manusia juga bisa membuktikan hukum-hukum alam, sehingga menemukan hal-hal yang lebih detil daripada yang dijelaskan al Qur’an. Dengan demikian karena manusia juga bisa membuat banyak buku yang mendetili sains dan bahkan sampai ribuan dan jutaan buku, maka dalam hal ini sains bukanlah inti mukjizat yang terdapat dalam al Qur’an. Kedua Ayat-ayat yang mengandung kisah dan sains tidak semuanya hadir dalam penyampaian al Qur’an. Ada ayat yang tidak mengandung kisah dan juga tidak mengandung sains. Padahal al Qur’an itu keseluruhannya merupakan mukjizat. Berarti mukjizatnya bukan pada sains dan kisah-kisahnya.

Apa mukjizat yang bisa dirasakan di seluruh ayat-ayat al Qur’an?

Mukjizat AQ  tercermin dalam gaya bahasanya yang mengandung makna-makna mendalam. Kemkjizatan AQ juga terletak pada bayan (penjelsannya) dan nazhomnya (harmonisasi huruf-hurufnya). Bangsa arab yang fushah (masih fasih berbahasa arab) telah menyadari mukjizat ini. Bahkan salah seorang musuh dakwah yaitu Walid bin Mughiroh seorang tokoh Mekah saat itu, telah mengakui kemukjizatan ini dengan mengatakan. … hal 36. Kemudian al Khathabi mengatakan tentang AQ. Jadi bahasa AQ adalah bahasa yang mematahkan kemampuan manusia dalam berbahasa. Karena ini bukan bahasa yang keluar dari lisan manusia. Ini adalah bahasa yang keluar dari lisan Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan. Yaitu Allah SWT. AQ adalah bahasa Allah SWT secara langsung, yang sekalipun menggunakan bahasa  arab tetapi bukan bahasa yang keluar dari lisan makhluk. Bahasa inilah yang juga akan digunakan di surga. Mukjizatnya terbatas pada gaya bahasa al Qur’an yaitu unsure-unsur penyusun bahasanya, seperti pada tarkib dan nazham.  Lafazh-lafazh dan susunannya memuat keberagaman dan integritas makna, meskipun ada yang lafazhnya ringkas.  Contohnya ayat tentang qishash dalam al Baqarah: 179.  Kemudian bila kita membaca ayat-ayat yang menceritakan surga, maka penggunaan hurufnya pun ringan dengan harmonisasi yang indah. Apabila menceritakan neraka maka menggunakan huruf-huruf yang berat dan mengucapkannya pun tidak mudah.

Dengan demikian maka kita sebagai umat Islam wajib mempelajari bahasa AQ. Karena di situlah kita akan merasakan mukjizatnya. Maka bersyukurlah para santri saat ini, betapa nikmatnya belajar bahasa al Qur’an di pesantren-pesantren[]

You may have missed