Thursday, 24 September 2020

MediaIslamNet

Portal Opini dan Solusi Islami

Perempuan di Dunia Entertainment

Program: VOICE OF ISLAM | Narasumber : Ir. NANIK WIJAYATI** | Tema: Perempuan di Dunia Entertainment

Latar Belakang:

Saat ini, perempuan yang bekerja di dunia entertainment sangat banyak. Tak hanya penyanyi dan artis sinetron saja sebenarnya yang terlibat dalam dunia entertainment, tapi juga termasuk semua kru yang mendukung terselenggaranya sebuah entertainment bisa terselenggara, seperti script writer, sutradara, fotografer, kameramen, kostum, make-up, dll. Bagaimanakah para muslimah harus menjaga rambu-rambu dalam dunia entertainment ini. Kita simak obrolan dalam rubrik Female Chatting kali ini dalam tema: “Perempuan di dunia entertainment”.

Gimana nih Mbak sebenarnya status perempuan bekerja di dunia entertainment dalam pandangan Islam?

Pertama, kita kembali dulu kepada status hukum asal perempuan bekerja itu sebenarnya hal yang mubah, dengan syarat-syarat yang sudah pernah kita bahas dalam rubrik Female Chatting yang terdahulu. Kedua, dalam dunia entertainment ini ada hal yang harus ekstra diperhatikan, yaitu soal materi/ aktivitas pekerjaan yang dilakukan dan penampilan. Dalam era yang kecantikan perempuan sering dijadikan sebagai icon untuk jualan, disinilah perempuan muslimah harus menyadari batas-batas mana yang tidak boleh dia langgar yang akan menyebabkan dia jadi dosa. Misalnya: presenter atau host ndak masalah, tapi bajunya, gayanya, ekspresinya itu lho, yang maaf… menggoda! Demikian juga penyanyi, nggak ada salahnya dengan suara merdu yang dimiliki, tapi bagaimana dengan penampilan, goyangan, tempat pertunjukan, dll?

Jadi, gimana dong Mbak, caranya supaya para muslimah tetap dapat mengekspresikan bakatnya. Kan banyak orang yang beranggapan bahwa aturan Islam itu ribet, menghambat kebebasan berekspresi!

Islam tidak pernah mematikan segala potensi yang secara fitrah ada dalam diri manusia, termasuk dalam hal ini mengekspresikat bakat atau keahlian yang bermanfaat bagi orang lain. Namun, di sisi lain Islam juga tidak akan memberikan jalan bagi aktivitas yang akan berujung pada kerusakan baik kepada individu maupun masyarakat. Nah, ini yang perlu kita sadari bersama, bahwa gaya hidup/ lifestyle-nya seorang muslim itu khas/unik. Semua aktivitasnya senantiasa diselaraskan dengan syari’at Islam, karena dengan menjalankan sesuatu sesuai syari’at itulah yang sejatinya akan membuat dia bahagia, bukan kebebasan yang sebebas-bebasnya seperti gaya hidup orang Barat. Nah, jadi kalau ada yang merasa bahwa Islam itu mematikan kebebasan berekspresi, perlu dipertanyakan pemahamannya tentang agama, dan perlu dipertanyakan tentang kemuslimannya.

Sekarang ini, boleh dibilang bekerja di dunia entertainment itu bisa menjadi jalan pintas buat seseorang meraih popularitas dan kemewahan. Mungkin itu sebabnya banyak perempuan yang tertarik terjun ke dunia itu. Bagaimana komentar Mbak Nanik nih, silahkan…

Yah…, sebenarnya populer dan kaya itu kan nggak haram.  Hanya, cara meraih popularitas dan kekayaan itulah yang sebenarnya harus kita cermati. Artinya kita sebagai muslim harus tegaskan bahwa hanya cara-cara yang halal lah yang layak kita pergunakan. Selanjutnya, untuk apa popularitas dan kekayaan yang dia miliki itu digunakan. Ini juga penting. Selama ini kita lihat kenyataan pergaulan yang ada di kalangan teman-teman yang terjun di dunia entertainment seperti apa? Walaupun nggak semua, tapi itu bisa kita jadikan cermin sebenarnya lifestyle-nya lebih dekat ke Barat atau ke Islam?

Lalu, bagaimana caranya merubah lifestyle yang terlanjur melekat di dunia entertainment ini, Mbak Nanik?

Saya kira semua kembali kepada pemahaman dan kesadaran.  Sebagai sesama muslim, kita patut memberikan perhatian dan mengajak mereka untuk sedikit demi sedikit memahami Islam secara kaffah. Selama mereka masih muslim, saya kira masih terbuka jalan untuk mendekati mereka dan menyadarkan mereka.  Memang ini adalah tantangan yang berat, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan. Kita lihat beberapa kasus artis yang kemudian bertobat dan memilih jalan Islam. Satu hal lagi yang dibutuhkan adalah adanya orang-orang yang berani memberikan contoh yang baik, mereka yang punya kreativitas seni yang tinggi, namun menjunjung nilai-nilai Islam yang tinggi pula. Tidak bersikap yang penting laku di pasaran atau dapat duit banyak, namun mereka juga merasa bertanggung jawab dengan karya yang dia buat. Ada permasalahan yang mendasar sebenarnya, yaitu pijakan nilai budaya dan seni kita ini mau pakai yang mana? Budaya Barat, Adat atau Islam? Sejatinya kalau kita amati saat ini sebenarnya sedang terjadi invasi budaya Barat dalam masyarakat muslim. Ini yang tidak disadari oleh semua muslim.  Saya yakin bila kita mau sepakat standar nilai budaya Islam yang kita pakai, maka perempuan yang terjun di dunia entertainment ini tidak akan terjebak dalam aktivitas yang melanggar aturan Islam.

Kesimpulan:

  1. Dunia entertainment adalah dunia yang saat ini sangat dipengaruhi oleh lifestyle-nya budaya Barat, yang tentu tidak semuanya sesuai dengan Islam.
  2. Karenanya, bagi muslim dan muslimah yang terjun di dunia entertainment harus sangat hati-hati memilah mana budaya yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan Islam.
  3. Invasi budaya Barat harus disadari akan dapat merusak kehidupan masyarakat muslim, sehingga kita harus secara tegas bersikap menolak segala bentuk budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

** Pengasuh “woman’s chatting on islam

You may have missed