Posts Tagged ‘terorisme’

Jangan Asal Nuduh Ya!

Jangan Asal Nuduh Ya!

Dipublikasikan pada Kamis, 20 Oktober 2011 | 9:11

Novia Handayani

(Santri Pesantren Media)

 

Aksi terorisme semakin menyebar luas ke seluruh pelosok Indonesia. Bom Cirebon belum selesai kasusnya, ditambah lagi bom Solo akhir September lalu. Pelakunya bunuh diri dan banyak yang luka-luka akibat aksi tersebut.

Ngomong-ngomong soal teroris nih. Apa sih tujuan mereka melakukan hal senekat itu. Apa karena diiming-imingi surga Allah, atau mungkin mereka mau bunuh diri. Kalau emang mereka mau bunuh diri, bunuh diri saja sendiri, tidak perlu melibatkan orang-orang yang tidak bersalah. Kalau memang mereka mau masuk ke dalam surga Allah, merekakan bisa melakukannya, seperti selalu mendengarkan dan menjalani perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Iya kan.

Nah,  sobat muda muslim, kalian juga harus berhati-hati loh, disekitar kalian itu banyak banget para teroris yang berkeliaran untuk menjerumuskan kalian agar kalian mengikuti langkah mereka yang salah. Biasanya nih, yang mudah untuk terjerumus itu adalah orang yang kurang imannya dan mudah di cuci otaknya oleh mereka. Makanya itu, lebih dekatkan diri kalian kepada Allah, agar Allah melindungi kalian dari orang-orang jahat seperti mereka.

Sobat muda muslim, karena kejadian teroris itupun, umat muslim yang dituduh oleh masyarakat sekitar. Padahalkan tidak semua umat muslim seperti itu. Dan lebih uniknya lagi nih, masa kaum laki-laki yang memiliki jenggot, memakai sorban, dan memakai telana ngantung dituduh juga. Parah yah. . Bisa saja mereka mempunyai jenggot karena seperti itulah kenyataannya, namanya juga laki-laki kok, terus sorban, bukannya banyak yah yang memakai sorban seperti ustad, ulama, dan Pak haji, terus lagi nih, memakai celana ngantung, emang kenapa gitu kalau kaum laki-laki memakai celana ngantung. Itu kan hak kaum laki-laki atau mungkin saja mereka memakai celana ngantung seperti itu karena celananya kekecilan. Iyakan sobat muda.

Jadi, intinya itu. . jangan asal nuduh. . yo . . !

Liputan Khusus Diskusi Aktual “Menyoal RUU Intelijen”

Liputan Khusus Diskusi Aktual “Menyoal RUU Intelijen”

Dipublikasikan pada Kamis, 13 Oktober 2011 | 3:39

Rabu malam (12/10), selepas waktu Isya saya sudah ‘nongkrong’ di Rumah Media. Gerimis sisa hujan deras sore hari alhamdulillah tak menyurutkan saya memacu sepeda motor menembus udara dingin. Perjalan cukup jauh, sekitar 12 kilometer dari Studio MARS 106 FM tempat saya selesai siaran sore menuju Rumah Media di Pesantren Media. Ternyata di Rumah Media masih sepi. Baru ada Farid, yang memang menjadi ‘kuncen’ di situ. Sambil menunggu kawan-kawan dari MediaIslamNet, saya menyiapkan laptop, modem dan bahan-bahan yang akan didiskusikan malam itu: “Menyoal RUU Intelijen”. Ya, sebenarnya sudah jadi UU setelah sehari sebelumnya, yakni tanggal 11 Oktober 2011 disahkan oleh DPR (dengan mendapat persetujuan dari semua fraksi). Mungkin banyak orang tidak tahu karena bertepatan dengan hingar bingar pelaksanaan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 antara timnas Indonesia melawan timnas Qatar.

 

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.45 WIB ketika kru MediaIslamNet dan para santri Pesantren Media berdatangan. Ustad Umar Abdullah, seperti biasa membawa serta anak dan istrinya, sehingga suasana Rumah Media menjadi rame. Apalagi jika semuanya ingin terlibat dalam diskusi pasti lebih seru lagi. Setelah semua siap, barulah diskusi dimulai dengan pengantar dari Ustad Umar Abdullah yang kali berpenampilan bak Hamid Karzai (busananya aja sih—dalam hal ini mengenakan mantel besar hehehe..).

 

Tepat pukul delapan malam, suasana diskusi makin terasa. Pengantar yang disampaikan Ustad Umar untuk memulai diskusi rutin ini pekanan ini berhasil memancing pertanyaan dari beberapa peserta diskusi. Pertanyaanya lumayan banyak. Bervariasi, dari mulai yang ringan hingga yang pertanyaan yang memerlukan pendalaman khusus dalam menjawabnya.

Neng Ilham, santri Pesantren Media asal Pandeglang memberondong dengan beberapa pertanyaan: “RUU intelijen itu apa sih? Kenapa baru diberlakukan sekarang? Apa yang menjadi pro-kontra masyarakat mengenai RUU Intelijen? Apakah dengan diberlakukan UU intelijen ada pengaruhnyua bagi umat Islam? Dan bagaimana Islam mengatasinya?” meski tidak disampaikan dengan berapi-api, tetapi daftar pertanyaan ini cukup memberikan tekanan. Setidaknya kepada yang mau menjawab perlu menyiapkannya dengan maksimal.

 

“Baik, itu saja?” Ustad Umar Abdullah bertanya dengan suara yang agak serak (atau karena menahan kantuk?). Dijawab dengan anggukan kepala oleh Neng Ilham.

 

“Ada pertanyaan dari peserta lainnya?” Ustad Umar menyapu pandangan matanya ke seluruh peserta diskusi.

“Saya Ustad!” Novia Handayani, santri Pesantren Media ‘berkebangsaan’ Cimanggis ini mengacungkan jarinya lalu mengajukan pertanyaan: “Mengapa DPR tetap mengesahkan RUU Intelijen menjadi UU Intelijen meskipun masih ada pro-kontra di masyarakat?” Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , ,
Diskusi Aktual

Diskusi Aktual “Menyoal RUU Intelijen”

Dipublikasikan pada Selasa, 11 Oktober 2011 | 9:00

INFO

Diskusi Aktual “RUU INTELIJEN”

Rabu, 12 Oktober 2011, pukul 19.30-21.00 WIB

di Rumah Media, Jl. Raya Laladon No. 54. BOGOR.

Kerjasama MediaIslamNet dengan Pesantren Media.

Liputan Khusus Forum Diskusi Aktual

Liputan Khusus Forum Diskusi Aktual “Bom Bunuh Diri”

Dipublikasikan pada Jumat, 7 Oktober 2011 | 6:26

Liputan Khusus Forum Diskusi Aktual

Rumah Media, Pesantren Media

 Bogor, Rabu 5 Oktober 2011

Pukul  delapan malam, pintu depan  Rumah Media telah terbuka lebar, menandakan sebentar lagi Forum Diskusi Rabu malam tanggal 5 Oktober 2011 akan dimulai. Tema kali ini tentang “Bom Bunuh Diri Solo”. Wah judulnya menegangkan, kata beberapa orang. Tapi berhubung itulah topik aktual minggu ini, maka judul ini tetap harus dibahas.

Rabu yang lalu (28 September 2011), diskusi membahas tentang krisis ekonomi global. Kemungkinan  masalah ekonomi masih tetap akan aktual, karena krisis Eropa semakin bertambah parah dan situasi Wall Street sebagai jantung Kapitalisme dunia juga mendapat tekanan akibat demonstrasi besar-besaran warga Amerika Serikat. Tidak sedikit warga Amerika Serikat yang menuding Bursa Saham Wall Street sebagai penyebab terpuruknya ekonomi Amerika Serikat sehingga menyeret dunia ke dalam krisis ekonomi global. Namun Rabu ini, semua sepakat membahas tentang Bom Bunuh Diri Solo. Lanjutkan

Diskusi Aktual “Bom Bunuh Diri”

Diskusi Aktual “Bom Bunuh Diri”

Dipublikasikan pada Rabu, 5 Oktober 2011 | 5:57

INFO

Diskusi Aktual “BOM BUNUH DIRI”

Rabu, 5 Oktober 2011, pukul 19.30-21.00 WIB

di Rumah Media, Jl. Raya Laladon No. 54. BOGOR.

Kerjasama MediaIslamNet dengan Pesantren Media.

“Sisi Lain” Maraknya Bom Bunuh Diri

Dipublikasikan pada Selasa, 4 Oktober 2011 | 11:55

Oleh Lathifah Musa

Secara umum media massa nasional membahas bahwa  Pakistan adalah negara tempat tumbuh suburnya kaum teroris. Hal ini beranjak dari data yang dirilis oleh South Asia Terrorism Portal dan Pew Research Center (2011), bahwa sejak tahun 2001, setelah Pakistan bergandengan tangan dengan Amerika Serikat memerangi terorisme, sudah hampir 5000 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri.

Kompas cetak, 28 September 2011, dalam tajuk rencana yang menyorot isu internasional membahas bahwa setelah Islamabad bermitra dengan Washingthon memerangi Taliban dan Al Qaeda, terjadi 335 bom bunuh diri di Pakistan. Sebelum tahun 2001, hanya ada satu bom bunuh diri. Sebuah lonjakan yang dahsyat. Jumlah korban pun meningkat mencengangkan, dari satu menjadi hampir 5000 orang tewas.

Hampir semua media massa nasional menyodorkan solusi agar negara menutup peluang tumbuhnya radikalisme. Bom bunuh diri dipandang identik dengan ideologi radikal. Lanjutkan

Amerika Masih Serius Perang Melawan Terorisme

Amerika Masih Serius Perang Melawan Terorisme

Dipublikasikan pada Senin, 12 September 2011 | 7:44

O. Solihin

Hehehe.. kamu jangan keburu stres kalo baca judul gaulislam edisi ke-203 ini. Dari judulnya aja panjangnya minta maaf (hehehe sengaja pake kata “maaf” karena kata ampun hanya ditujukan kepada Allah Swt.); enam kata! Belum lagi pilihan katanya. Heuhh bikin kamu bete kalo nggak biasa baca tulisan-tulisan dengan serius dan bakalan nganggap tuh judul serem banget. Hmm…

Bro en Sis pembaca setia gaulislam. Sengaja saya membuat judul panjang seperti ini dan mengangkat tema terorisme karena sedang hangat dibincangkan. Maklum, kemarin, 11 September 2011 adalah bertepatan dengan 10 tahun teror bagi Amerika. Kamu pasti udah pada tahu juga, minimal bagi yang baca berita serius ya, bukan cuma baca info sepakbola ama musik doang, bahwa pada 11 September 2011 silam dua gedung kembali di Amerika Serikat, yakni WTC (World Trade Center) ditubruk dua pesawat terbang yang disebut-sebut dibajak oleh teroris.

Sobat muda muslim, saya waktu menyaksikan siaran berita pada 10 tahun yang lalu itu, nyaris nggak percaya bahwa itu adalah adegan nyata, bukan dalam film. Soalnya, dramatis banget sih, jarang ada sebuah peristiwa besar yang mendadak seperti itu berhasil diabadikan kamera televisi dengan begitu pas dan angle pengambilan gambar yang bagus banget. Hehehe.. belakangan ternyata apa yang sempat saya sebut sebagai momen yang dramatis terungkap juga, bahwa sebenarnya kejadian itu diduga kuat (atau bahkan) sudah dipastikan adalah bagian dari skenario yang dibuat AS sendiri untuk meyakinkan rakyatnya dalam upaya pemerintahan Bush memburu Osama bin Ladin atas nama War on Terrorism (Perang Melawan Terorisme).

Okelah, kita nggak akan menceritakan momen tersebut dengan detil karena sudah banyak media massa yang memberitakan, termasuk yang meragukan kalo itu murni teror dari pihak teroris. Artikel ini saya buat untuk gaulislam agar pembaca remaja muslim ngeh juga dengan kondisi saat ini. Kondisi politik, kondisi kaum muslimin. Gimana pun juga, kamu semua adalah penerus perjuangan Islam dan kaum muslimin, jadi kudu ngerti dan paham soal perang melawan terorisme yang sering digembar-gemborkan Amerika dan para sekutunya lengkap dengan para begundalnya. Waduh, nih bahasa apa nggak ada yang lebih santun? Hehehe.. kebetulan menurut saya pas dengan faktanya kok.

Obama lanjutkan perang melawan terorisme

Nggak berbeda dengan pendahulunya, Obama serius banget ingin melanjutkan perang melawan terorisme yang sudah ditabuh George W Bush sepuluh tahun silam. Obama menegaskan bahwa terorisme tak akan pernah menang sambil memuji keberanian warga Amerika. “Sepuluh tahun lalu, warga biasa Amerika menunjukkan kepada kita arti keberanian yang sebenarnya ketika mereka menaiki tangga, menembus kobaran api, juga masuk ke dalam kokpit pesawat,” kata Obama dalam peringatan 11 September yang disiarkan di radio dan internet. (Kompas.com)

Mantan Presiden George W Bush dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa, “Dalam rentang waktu satu dekade, tragedi 11 September dirasakan dalam era berbeda. Namun, bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, beberapa di antaranya bergabung dengan kita di sini, 11 September tak pernah dapat dilupakan.”

Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris yang ikut mendukung War on Terrorism yang digagas Bush ikut buka suara. Dia mengatakan bahwa kekuatan Barat harus dipuji untuk mengurangi ancaman teroris. Blair mengingatkan para pemimpin dunia untuk tetap waspada. ”Saya pikir kita telah menghancurkan jaringan Al-Qaeda,” kata Blair kepada radio BBC, ”namun, saya tidak berpikir ini sudah berakhir. Saya kira kaum Islam radikal yang membentuk kelompok teroris, masih bersama kita saat ini.”

Bush dan Blair boleh jadi dua sejoli yang kompak dalam upaya memerangi terorisme yang mereka definisikan sendiri sesuai keinginannya. Terutama menghubungkan teror 11 September dengan kelompok Islam tertentu, khususnya yang mereka sebut sebagai jaringan al-Qaeda.

Berhasilkah Amerika melawan terorisme?

Perlu dijelaskan terlebih dahulu istilah terorisme dan teroris yang dimaksud pemerintah Amerika. Terorisme menurut pemerintah Amerika, adalah sebuah ideologi yang melawan hegemoni Amerika, merongrong kepentingan Amerika. Mereka menunjuk bahwa Islam adalah kekuatan yang memungkinkan untuk melawan Kapitalisme setelah Sosialisme yang diemban Uni Soviet terkapar.

Di tahun 1990-an, Samuel P. Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization and the Remaking of World Order, menuliskan bahwa peradaban Barat dengan pemimpinnya Amerika yang semakin menghegemoni dunia memunculkan perlawanan dari kubu Islam karena identifikasi westernisasi merupakan ancaman bagi agama Islam sebagai satu-satunya sumber identitas, makna, stabilitas, legitimitasi, kemajuan, kekuatan dan harapan.

Sebenarnya gagasan ini mirip dengan yang dikemukakan pada 1950-an oleh sejarawan Inggris bernama Arnold Toynbee dalam bukunya Civilization on Trial dan The World and The West. Toynbee menyebutkan prediksinya bahwa perang sejati di abad berikutnya bukanlah antara komunis dan kapitalis, tetapi antara Barat dan Muslim. Hal ini terjadi karena menurut Toynbee, Barat dengan pemimpinnya Amerika bertekad menguasai seluruh dunia, untuk menjadi kekuasaan terbesar dalam sejarah. Soviet yang menjadi penghalang (saat itu) tidak akan bertahan lama karena mereka tidak beragama, tidak beriman dan tidak mempunyai substansi di belakang ideologi mereka. Suatu saat kaum Muslim akan menggantikan posisi Soviet karena mereka memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Soviet.

Entah, apakah pemerintah Amerika terpengaruh oleh Huntington dan Toynbee atau memang sudah punya niat untuk melawan Islam dan kaum muslimin, faktanya saat ini setelah peristiwa 11 September 2001, pemerintah Amerika getol memerangi terorisme, yang diidentikan dengan Islam dan kaum muslimin.

Berhasilkah Amerika dan sekutunya memburu al-Al-Qaida yang mereka sebut berada di balik teror 11 September 2011? Tidak. Di Afghanistan, Amerika babak belur. Belum lagi invasinya ke Irak. Di WTC konon kabarnya lebih dari 3000 warga sipil tewas dalam serangan teror itu, tetapi harga yang dibayar untuk melunasi dendam itu tak sebanding. Berapa prajurit Amerika yang tewas, terluka bahkan menderita gangguan kejiwaan? Berapa biaya perang tersebut selama 10 tahun ini?

Ini datanya. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Brown University di AS, di bawah pengawasan dua profesor Beta Crawford, Catherine Lutz, dan diterbitkan oleh universitas tersebut, “Perang di Irak dan Afghanistan, di samping kampanye melawan terorisme di Pakistan, terutama oleh pesawat tak berawak, yang dilakukan oleh Amerika sendiri, telah menelan korban setidaknya 225 ribu orang, dan materi sebesar 3.700 miliar dolar.”

Kalkulasi akhir korban langsung dalam perang tersebut sampai saat ini diperkirakan mencapai 225 ribu korban tewas, dan sekitar 365 ribu terluka. Dari total korban tersebut terdapat 31.741 tentara, termasuk sekitar 6 ribu pasukan AS, 1200 tentara dari pasukan sekutu Amerika Serikat, 9900 tentara Irak, 8800 tentara Afghanistan, 3500 tentara Pakistan, dan 2300 karyawan di perusahaan keamanan swasta. (Juli 2011, alamislam.com)

Belum lagi tentara yang stres di medan perang. Hasil riset Yayasan Round Foundation di Amerika baru-baru ini, seperti diberitakan kantor berita Fars, mengungkapkan bahwa sebanyak 830 ribu tentara Amerika yang ditugaskan di Irak dan Afghanistan mengalami depresi, tekanan mental, gangguan kejiwaan dan saraf.

Bro en Sis, kamu tinggal hitung sendiri deh, gimana besarnya biaya perang ini dan betapa babak belurnya Amerika untuk membiayai perang tersebut serta tekanan psikologis perang yang nyaris tak berkesudahan. Selama 10 tahun dan tak berhasil sampe sekarang. Menurut catatan Muslimdaily.net (24 Agustus 2011), mengutip pernyataan James Dobbins bahwa pada awalnya, pemerintahan Bush berperang dengan “percaya diri berlebihan dalam keberhasilan perang berteknologi tinggi untuk mengatasi teknologi rendah lawan”. Oya, James Dobbins adalah mantan duta besar Amerika yang sekarang bekerja di RAND Corporation, sebuah perusahaan think tank.

So, setelah membuang taktik kontra pemberontakan dalam konflik Vietnam, para komandan Amerika kini harus belajar lagi cara untuk melawan militan bersenjata senapan Kalashnikov dan bom buatan sendiri. Afghanistan dan Irak sangat boleh jadi adalah kuburan massal bagi ribuan serdadu Amerika dan sekutunya. Setelah sebelumnya medan perang Vietnam menjadi kenangan pahit Perancis di tahun 1954 dan Amerika di tahun 1975.

Dalam catatan di situs www.sejarahperang.com, AS dan Prancis telah mengerahkan kekuatannya yang terbaik. Mereka menurunkan tentara yang handal berikut pesawat pemburu, jet tempur, pengebom super, pesawat pengacau elektronik, dan bom berpenuntun laser yang terbilang barn. Namun, semua itu bisa dipatahkan para pejuang Vietnam Utara dengan persenjataan seadanya, pesawat tempur kelas dua macam MiG­17, MiG-21, dan rudal darat ke udara sederhana SA-2 Guideline.

Perang yang menelan biaya 150 miliar dolar ini berakhir setelah AS tak kuasa lagi mempertahankan Saigon dan kehilangan 50.000 dari 500.000 tentaranya. Ternyata strategi perang yang telah dirancang apik oleh John F Kennedy, Lyndon B Johnson, Robert S McNamara dan Jenderal William C Westmoreland semuanya berantakan di tangan Ho Chi Minh, ahli gerilya Vo Nguyen Giap, Nguyen Van Bay dan Nguyen Doc Soat.

Ini sudah terbukti dan wajar banget kalo Nguyen Co Tach menuliskan pesan: “Tuan McNamara, Anda tentu tak membaca sejarah kami. Kami bukanlah budak China maupun Rusia. Rakyat Vietnam sudah bertempur melawan China selama seratus tahun. Kami akan bertempur sampai orang terakhir. Bom-bom Amerika dan tekanan-tekanan dari negara Anda sama sekali tak akan menghentikan kami. Kami berperang untuk kemerdekaan kami. Kami melawan pasukan Anda, karena kami yakin Amerika hanya ingin memperbudak kami.” (Nguyen Co Thach, Fog of War, 2003)

Sobat muda muslim, pemerintah AS telah menghabiskan 10 miliar dolar per bulan, atau 120 miliar setahun, untuk melawan al-Qaeda di Afghanistan, data ini menurut CIA seperti yang dikutip dalam Financial Times (25-26/06/11, hlm. 5).

Menurut catatan alamislam.com, selama 30 bulan terakhir dari kepresidenan Obama, Washington telah menghabiskan 300 miliar dolar di Afghanistan, dan masih ditambah sampai 4 miliar dolar untuk setiap kebijakan dalam melawan segala bentuk yang beraroma Al-Qaeda. Jika kita kalikan ini dengan anggaran yang harus dialokasikan untuk dua lusin wilayah dan negara lain di mana Gedung Putih mengklaim bahwa Al-Qaeda ada di sana, kita mulai memahami mengapa defisit anggaran AS telah meningkat tajam menjadi lebih dari 1,6 triliun dolar untuk tahun anggaran saat ini.

Walhasil di Vietnam Amerika kalah dan bangkrut. Tak menutup kemungkinan (dan sudah mendekati bukti nyata), di Afghanistan pun, Amerika menuai kegagalan dari misi yang diembannya selama ini. Ingat, hanya untuk memburu beberapa orang saja (mungkin ratusan saja) dari kelompok al-Qaeda yang selama ini mereka tuduh sebagai biang teror di negaranya. Hehe.. aneh juga sih. Memburu al-Qaeda tapi yang dibumihanguskan Afghanistan dan rakyat lainnya. Itu sih namanya seperti membakar rumah besar hanya untuk membunuh beberapa ekor tikus. Bukankah seharunya cukup dengan perangkap tikus? Bukan membakar rumahnya? Jadi, sejatinya perang ini untuk apa?

Amerika penjahat dunia

Bro en Sis, itu sebabnya, pilihan kata yang tepat saat ini untuk menggambarkan rezim pemerintah Amerika adalah “Penjahat Dunia”, bukan “Polisi Dunia”. Ini dibuktikan karena nafsu menjajahnya yang tinggi dan sebagai pelanggar HAM di beberapa negara. Irak dan Afghanistan adalah contoh dua negara yang menjadi ladang peperangan sekaligus medan pelanggaran HAM oleh Amerika Serikat.

Bagi pemerintah Amerika kebijakan luar negerinya tetap sama: menjajah. Ketika berkuasanya George Bush yang menyulut api peperangan dengan negeri-negeri Islam setelah tragedi 11 September 2001, juga semasa presiden baru saat ini, Barrack Obama. Sudah, tak ada bedanya. Sebab, baik Bush maupun Obama, bukanlah penguasa tunggal. Ya, karena Amerika tak mungkin dipimpin oleh satu orang dan memiliki kekuasaan penuh. Tidak. Masih ada “bos-bos” yang memiliki pengaruh dan cukup kuat dalam mewujudkan tatanan dunia baru sesuai keinginan mereka.

Amerika seperti sudah menjadi musuh bersama bagi semua negara yang merasa dirugikan oleh sikap dan kebijakan politik luar negeri Amerika yang imperialis. Banyak negara, kelompok, dan termasuk individu yang benci Amerika. Kebencian itu disalurkan melalui beragam aksi. Pemboman di tempat-tempat strategis milik pemerintah Amerika atau tempat apapun yang ‘berlabel’ Amerika. Unjuk rasa menentang perang yang dikobarkan Amerika terjadi di mana-mana termasuk di dalam negeri mereka sendiri. Orasi dan tulisan tersebar luas di seantero dunia.

Tak berbeda dengan era kepemimpinan Bush. Hanya saja menurut sebagian kalangan, Obama menggunakan soft power. Bukan hard power sebagaimana dilakukan Bush. Tapi nyatanya , Obama diam-diam menumpuk pasukannya di Afganistan untuk perang yang tak pernah dimengerti tujuannya oleh rakyatnya sendiri. Itu artinya, kebijakan Obama sama dalam imperialisme: hard power. Menggunakan kekerasan. Bahkan ketika Israel yang sudah nyata-nyata melanggar HAM, Obama bergeming dengan menutup mata dan telinganya dari aksi vulgar yang dipertontonkan Israel selama ini di Palestina.

Kebijakan Amerika dalam War on Terrorism juga diamini banyak negara, termasuk Indonesia. Itu sebabnya, perang melawan terorisme sesuai definisi Amerika diterjemahkan untuk memerangi umat Islam. Densus 88 lahir dari gelontoran jutaan dolar dana proyek Amerika dan Australia untuk mewujudkan cita-cita mereka memerangi kaum muslimin di Indonesia, yang mereka sebut sebagai bagian dari jaringan Al-Qaida Internasional atau Jamaah Islamiyah. Meski sampai sekarang tuduhan mereka sulit dibuktikan.

Bro en Sis rahimakumullah, siapa yang akan menghentikan kebrutalan AS dan sekutunya selama ini? Kita, kaum muslimin. Ya, kita punya tugas dan tanggung jawab melawan segala bentuk kezaliman. Seluruh kaum muslimin harus bersatu padu untuk mewujudkan kekuatan bersama dalam melawan hegemoni Amerika selama ini. Lebih keren lagi kalo kaum muslimin punya kepemimpinan umum dengan institusi bernama Daulah Khilafah Islamiyah. Kekuatan inilah yang telah berhasil mewujudkan tatanan dunia baru yang beradab. Ini sudah dibuktikan selama ratusan tahun kekhilafahan Islam dalam memimpin dunia.

Saat ini memang Khilafah Islamiyah nggak diterapkan, tetapi insya Allah akan hadir kembali sebagaimana Sabda Nabi saw.: “Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsungkepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian. Kemudian beliau berhenti”. (HR Ahmad, No: 17680)

Yuk, kita wujudkan kembali. Kita mulai dengan kesadaran, giat belajar Islam, sebarkan pemahaman Islam dengan dakwah dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang juga kita mulai membenahi diri sendiri dan sekaligus orang lain. Insya Allah akan dimudahkan oleh Allah Swt. Tetap semangat!

Kibulan Baru Gaya Amerika

Kibulan Baru Gaya Amerika

Dipublikasikan pada Jumat, 6 Mei 2011 | 11:26

Oleh Umar Abdullah

MediaIslamNet.Com–Dini hari Senin 2 Mei 2011 Obama mengumumkan bahwa Pasukan US Navy Seal berhasil membunuh Osama bin Laden di Abbottabad Pakistan. Lalu ada tayangan sekelompok warga AS berjingkrak-jingkrak. Kemudian ditayangkan bagaimana Obama dan Staf Keamanan AS serius nonton sesuatu (katanya sedang nonton proses penangkapan Osama. Kamera dipasang ditubuh pasukan). Lalu ditayangkan hasil tangkapan kamera yang dipasang di tubuh pasukan penyerbu (lucunya, gambarnya tidak goyang selayaknya jika dipasang di tubuh orang yang sedang berlari menyerbu). Kemudian ditayangkan kamar yang porak poranda dengan ceceran darah. Di dalam kamar tersebut ada paspor tergeletak manis di meja. Ada foto wanita. Wanita itu diberitakan sebagai istri Osama.

Belum selesai kegaduhan bombardir berita tadi. Ada berita bahwa Osama melawan. Lalu ia ditembak di dada dan kepalanya. Osama mati. Mayatnya langsung dibawa pergi oleh US Navy, dan dibuang ke laut. Lalu disebarkan foto Osama yang berlumuran darah (fotonya cuman editan dari foto Osama yang banyak beredar). Lanjutkan

Berita dan Opini

Berita dan Opini

Dipublikasikan pada Rabu, 4 Mei 2011 | 12:07

Sebenarnya media massa khususnya televisi telah mampu menjajah bangsa ini dengan sukses. Wajar kalau dalam strategi Amerika Serikat untuk mengendalikan dunia, disebutkan pula bahwa media menjadi garda terdepan dari empat pilar demokrasi. Empat pilar tersebut selain media antara lain eksekutif, legislatif dan yudikatif. Jadi pemerintahan demokrasi sudah tak cukup lagi dengan istilah Trias Politika.

Bayangkan saja, dalam minggu-minggu terakhir bulan April 2011 lebih dari dua milyar mata di dunia ini disibukkan dengan Pernikahan William-Kate. Media menyebutnya Pernikahan Agung Abad ini. Perhelatan spektakuler dalam tiga puluh tahun terakhir, setelah pernikahan Putri Diana-Pangeran Carles. Lanjutkan

Osama

Osama

Dipublikasikan pada Rabu, 4 Mei 2011 | 1:53

Salah satu materi penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia setingkat SMP adalah membaca berita. Karena kalau sekadar belajar membaca, maka itu sudah dituntaskan di SD. Berita yang dilihat atau dibaca, umumnya TV atau media online. Kebetulan saya adalah salah seorang guru bahasa Indonesia.

Seperti biasa awal pertemuan belajar, saya selalu bertanya, “Berita apa yang menarik dalam minggu ini?” Dua minggu yang lalu, jawabannya Konser Justin Bieber. Minggu sesudahnya adalah kasus bom bunuh diri di Cirebon. Maklum, itulah yang mendominasi mata dan telinga anak-anak ketika melihat TV atau membaca berita online. Lanjutkan

TOP LIMA Terbanyak Dibaca Bulan Ini
Advertisement

Artikel Lainnya

Arsip Artikel

Februari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829