Posts Tagged ‘sejarah’

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Dipublikasikan pada Kamis, 6 Oktober 2011 | 5:54

PERJANJIAN HUDAIBIYAH: BULAN DZUL QA’DAH TAHUN KE-6 HIJRIYAH (1)

Oleh Umar Abdullah

 

 

Sejak tahun pertama Hijrah, Nabi sudah mengubah kiblatnya dari al-Masjid’l-Aqsha ke al-Masjid’l-Haram. Sekarang kaum Muslimin menghadap ke Baitullah yang dibangun oleh Ibrahim di Mekah, dan yang kemudian bangunan itu dibaharui lagi tatkala Nabi masih muda belia.

 

Enam tahun lamanya sudah sejak Nabi dan sahabat-sahabatnya hijrah dari Mekah ke Medinah. Selama itu mereka terus-menerus bekerja keras, terus-menerus dihadapkan kepada peperangan, kadang dengan pihak Quraisy, adakalanya pula dengan pihak Yahudi. sementara itu Islampun makin tersebar luas, makin kuat dan ampuh pula.

 

Muslimin Mengumumkan Naik Haji

 

Pada suatu pagi bila mereka sedang berkumpul di mesjid, tiba-tiba Nabi memberitahukan kepada mereka bahwa ia telah mendapat ilham dalam mimpi hakiki, bahwa insya Allah mereka akan memasuki Mesjid Suci dengan aman tenteram, dengan kepala dicukur atau digunting tanpa merasa takut. Lanjutkan

Kenabian dan Dakwah Isa as

Kenabian dan Dakwah Isa as

Dipublikasikan pada Rabu, 15 Desember 2010 | 3:44

*(Kisah Isa ‘as, bagian 03)

Oleh Umar Abdullah

Ketika ‘Isa mencapai usia tiga puluh tahun, Allah memilihnya sebagai seorang Rasulullah (utusan Allah). Diturunkan kepada beliau Injil.

MISI NABI ‘ISA HANYA UNTUK BANI ISRAIL

Allah SWT berfirman:

Ali Imran: 49

49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil …

AQIDAH

Mengajarkan tauhid

Dalam hal aqidah atau keyakinan, sebagaimana rasul-rasul Allah sebelumnya, Nabi ‘Isa as juga menerima wahyu bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Allah SWT berfirman:

Maryam: 34

34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Maryam: 35

35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. Lanjutkan

Serial Diskusi dan Nonton Bareng Film Sejarah

Serial Diskusi dan Nonton Bareng Film Sejarah

Dipublikasikan pada Selasa, 14 Desember 2010 | 8:23

Assalaamu’alaikum wr wb

Serial Diskusi dan Nonton Bareng Film Sejarah akan memberikan suasana lebih segar dan mencerahkan. Insya Allah, belajar kajian tidak lagi membosankan. Kita bisa mengomentari filmnya, bertanya kepada narasumbernya dan membandingkannya dengan data-data rujukan. Asik!

Program ini dilaksanakan setiap Kamis, pukul 15.30-18.00 WIB. Luangkan waktu Anda untuk mendapatkan informasi berharga ini!

Catat waktunya:

  • Seri ke-1 (Kamis, 16 Desember 2010), tema: “Membangun Peradaban Islam”
  • Seri ke-2 (Kamis, 23 Desember 2010), tema: “Kejayaan Peradaban Islam”
  • Seri ke-3 (Kamis, 30 Desember 2010), tema: “Menguasai Tiga Benua”

Narasumber Diskusi: Umar Abdullah (Penulis Naskah film-film di atas yang akan didiskusi dan dibedah dalam kajian ini).

Tempatnya di:

Pesantren Media

Laladon Permai, Jl. Seruni E-3, Bogor

Salam,

MediaIslamNet

Kelahiran Isa

Kelahiran Isa

Dipublikasikan pada Sabtu, 11 Desember 2010 | 4:56

*(Kisah Isa ‘as Bagian 02)

Oleh Umar Abdullah

Hari-hari berlalu dan Maryam masih beribadah kepada Allah Tuhannya yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Allah menghendaki untuk menjadikan Maryam sebagai salah satu tanda dari sekian banyak tanda kekuasaan-Nya, yakni walaupun Maryam seorang perawan yang senantiasa menjaga kesuciannya, namun ia bisa tiba-tiba hamil tanpa disentuh seorang laki-laki.

Suatu hari Maryam seorang diri keluar ke suatu tempat di sebelah timur Baitul Maqdis untuk mengambil air. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril as dalam wujud manusia.

Allah SWT berfirman:

Maryam: 16

16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , ,
Kisah Maryam Sang Perawan, Ibunda Nabi Isa AS

Kisah Maryam Sang Perawan, Ibunda Nabi Isa AS

Dipublikasikan pada Rabu, 8 Desember 2010 | 2:30

*(Kisah Isa ‘as, bagian 01)

Oleh Umar Abdullah

Keutamaan Keluarga ‘Imran

Kisah ’Isa as dimulai dari kisah keluarga kakeknya, yaitu ’Imran bin Matsan, seorang pendeta dan pembesar Bani Israil. Mereka penganut Taurat. ’Imran menikah dengan Hannah binti Faqudz, ipar Nabi Zakariya as. Imran dan Hannah tinggal di Nazariat atau Nazaret. Pernikahan ’Imran dan Hannah nantinya dikarunia seorang putri yang bernama Maryam ibunda ’Isa as. Nama keluarga Imran ini diabadikan sebagai nama surat dalam al-Qur`an, yaitu surat Ali Imran yang berarti Keluarga Imran…

Keluarga Imran termasuk keluarga yang dimuliakan dan terpilih di masanya. Masa itu sekitar tahun 25 SM (Sebelum Masehi). Yerusalem dan sekitarnya sejak tahun 63 SM dijajah oleh Kekaisaran Romawi Kuno yang beribukota di Roma, Italia. Yerusalem dan sekitarnya masuk Provinsi Yudea yang diperintah Raja Herodus. Saat itu yang menjadi Kaisar Romawi adalah Kaisar Augustus yang memerintah sejak tahun 31 SM menggantikan Yulius Caesar. Pemerintahan Kekaisaran Romawi Kuno ini menyembah dewa-dewa Yunani dan Romawi, juga terpengaruh dari paganisme Mesir dan Persia. Seks bebas menjadi hal yang biasa di Kekaisaran Romawi Kuno. Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , , , ,
[info] Kajian Sejarah

[info] Kajian Sejarah

Dipublikasikan pada Selasa, 7 Desember 2010 | 5:28

Assalaamu’alaikum wr wb


Terbuka untuk umum. Siapapun boleh ikut.

“Kajian Sejarah”

Waktu: Setiap hari KAMIS (mulai 9 Desember 2010), pukul 15.30-17.30 WIB

Tempat: Pesantren Media, Komplek Laladon Permai, Jl. Seruni E-3, Ciomas Bogor.

Baca juga: Serial Diskusi dan Nonton Bareng Film Sejarah

Permalink  |  Tagged with: , ,
Mengembalikan Akar Sejarah

Mengembalikan Akar Sejarah

Dipublikasikan pada Senin, 30 Agustus 2010 | 2:19

Oleh: M. Iwan Januar, S.IKom

Dalam sebuah artikel seorang sosiolog dan sejarawan mengeluhkan rendahnya kesadaran dan pengetahuan bangsa ini akan sejarahnya sendiri. “Masak begitu melihat KH Agus Salim, anak sekolah komentar ‘kok kumisnya mirip tukang sate, ya’.” Sama sekali tidak ada respek dan penghargaan terhadap perjuangan ulama yang satu ini.

Sejarawan tadi tidak sendirian, Adhyaksa Dault yang pernah menjabat menteri pemuda dan olahraga pernah berkomentar dengan nada miris ihwal tipisnya pengetahuan anak bangsa tentang sejarah, “Kalau ditanya siapa Fatmawati,  yang kebayang paling ayam goreng Fatmawati,” katanya sambil menyebut nama sebuah rumah makan sohor di Jakarta.

Tapi yang paling memprihatinkan adalah umat seperti tidak pernah tahu bahwa mereka adalah bagian dari sejarah pergolakan dan kejayaan sebuah umat yang besar, umat Islam dunia. Bahwa tanah air ini masih belum kering dari cucuran keringat dan simbahan darah para alim ulama dan mujahidin dalam membebaskan tanah air dari penjajahan. Lanjutkan

Sejarah Penulisan, Pengumpulan, dan Penyalinan al-Quran

Sejarah Penulisan, Pengumpulan, dan Penyalinan al-Quran

Dipublikasikan pada Jumat, 6 Agustus 2010 | 7:53

Oleh Umar Abdullah

Tak henti-hentinya kaum liberal berusaha menghambat kembalinya kaum muslimin menerapkan Syariat Islam. Salah satunya adalah dengan membuat kaum muslimin ragu-ragu akan keotentikan Mushhaf al-Qur`an sebagai wahyu Allah. Jika kaum muslimin telah ragu terhadap orisinalitas al-Qur`an sebagai wahyu Allah, maka syariat Islam semakin bisa dihambat penerapannya.

Manusia-manusia jahat itu banyak memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang sejarah penulisan, pengumpulan dan penyalinan al-Qur`an. Oleh karena itu, sangat penting penyampaian Sejarah Penulisan, Pengumpulan, dan Penyalinan al-Qur`an.

PENULISAN AL-QUR`AN

Ketika diturunkan satu atau beberapa ayat, Rasul saw langsung menyuruh para sahabat untuk menghafalkannya dan menuliskannya di hadapan beliau. Rasulullah mendiktekannya kepada para penulis wahyu. Para penulis wahyu menuliskannya ke dalam lembaran-lembaran yang terbuat dari kulit, daun, kaghid, tulang yang pipih, pelepah kurma, dan batu-batu tipis.

Mengenai lembaran-lembaran ini Allah SWT berfirman:

Rasuulun minallaaHi yatluu shuhufan muthaHHarah

Artinya:

(yaitu) seorang utusan Allah (yakni Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (al-Qur`an) (QS. Al-Bayyinah : 2) Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , , ,
Sofia, Istri Nabi dari Putri Yahudi

Sofia, Istri Nabi dari Putri Yahudi

Dipublikasikan pada Senin, 21 Juni 2010 | 9:43

Judul buku: Misteri Sofia (istri Nabi dari putri Yahudi) | Penulis: Abba Zhahir BiAmrillah | Penerbit: Madania Prima (kelompok penerbit Salamadani), 2008 | Jumlah halaman: 198 + xii hlm; 21 cm

Dari sejumlah istri-istri Rasulullah saw. yang sangat dikenal kaum muslimin adalah Ummul Mukminin Aisyah ra dan Khadijah ra. Baik mengenal namanya secara mudah maupun kehidupan pribadinya. Namun, kaum muslimin secara umum belum banyak yang mengenal sosok-sosok istri Rasulullah saw. yang lainnya. Salah satunya Sofia, atau dalam ejaan bahasa Arab ditulis dan disebut Shafiyyah. Nama istri Rasulullah saw. ini adalah seorang putri pemimpin Yahudi. Nama lengkap beliau adalah Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra.

Dalam buku ini sengaja ditulis dengan nama “Sofia”, bukan Shafiyyah. Tentu ada alasannya. Sebagaimana disebutkan dalam pengantar penerbitnya, bahwa dalam khazanah Islam, terutama dalam kitab-kitab tarikh, kita lebih banyak menjumpai nama “Shafiyyah” ketimbang “Sofia”. Nama “Shofia” terkenal dan lazim dalam penyebutan di kalangan orang-orang Yunani dan Romawi yang beragama Nasrani. Nama “Sofia” sendiri adalah nama yang biasa dipakai putri Huyaiy bin Akhthab ini di antara kaumnya. Itulah mengapa judulnya adalah Misteri Sofia: Istri Nabi dari Putri Yahudi. Kenapa menjadi misteri? Tentu jawabannya ada. Dalam beberapa bab yang tertera di daftar isinya saja kita sudah bisa menemukan maksud penulisnya memberi judul tersebut. Ya, banyak informasi yang bagi saya sendiri sangat baru. Sehingga mengundang rasa penasaran saya untuk membaca “misteri” yang sedang dipaparkan dalam buku ini.

Abba Zhahir BiAmrillah, penulis buku ini yang menghadiahkannya langsung kepada saya lengkap dengan tanda tangan dan pesan silaturahminya adalah penulis yang saya kenal sebagai penulis beberapa buku remaja dan anak-anak (Impian Terindah (novel ber-setting di masa kekhilafahan Turki Utsmaniy); 99 Tokoh Muslim Dunia for Kids; 100 Kisah Islami untuk Anak; dan pernah menulis bersama penulis lainnya—termasuk  saya—dalam buku How to Get Married; dan buku lainnya). Tentu saja terasa sangat istimewa mendapat buku langsung dari penulisnya. Ternyata, saya bukan hanya menemukan wawasan baru dalam buku ini tentang kisah hidup Ummul Mukminin Shafiyyah binti Huyaiy bin Akhthab ra, tapi juga saya jadi tahu bahwa Abba Zhahir BiAmrillah adalah seorang filolog (ahli di bidang kajian naskah-naskah kuno). Sewaktu ia kuliah di Sastra Unpad, ia mengambil spesialisasi pada bidang studi ilmu-ilmu naskah kuno (filologi) atau ilmu tahqiq, sehingga pengetahuannya terhadap peristiwa-peristiwa kesejarahan cukup mumpuni, baik dari sudut sosiologi, antropologi, maupun geneologi masyarakat.

Buku ini adalah salah satu buktinya. Mengemas sejarah dan kisah hidup Sofia, istri nabi dari putri Yahudi ini begitu lengkap dan mengalir deras. Informasinya sangat banyak dan didukung dengan dalil-dalil yang kuat dan meyakinkan. Membaca buku ini serasa mengembara ke lembaran-lembaran masa lalu. Disusun dengan bahasa yang indah dan pilihan kata yang bagus, sehingga membaca buku ini serasa membaca novel. Padahal ini buku nonfiksi. Bahkan mungkin saja masuk kategori text book. Mungkin inilah salah satu keunikan penulisan buku ini.

Dalam pengantar buku ini Abba Zhahir BiAmrillah menuliskan, “saya ingin mengungkapkan bagaimana perikehidupan Sofia bersama nabi, keistimewaan, dan keteladanannya bagi kaum Muslim, sekaligus mengurai fakta sejarah interaksi Rasul, Sofia, dan kaum Muslim dengan orang-orang Yahudi.”  Itu sebabnya, buku ini dijejali dengan lima bab pembahasan dengan beragam fokus kajian. Bagian pertama khusus membahas tentang Sofia dengan judul bab “Siapakah Sofia?”. Dikemas menarik mulai dari nasab dan masa pertumbuhannya, pernikahan Sofia sebelum menikah dengan Rasulullah saw, isyarat pernikahan dengan Rasulullah, hingga kehidupan Sofia ketika bersama istri-istri Rasulullah yang lainnya. Bagian kedua dan ketiga dikupas tuntas tentang Yahudi dalam pandangan Islam dan ahlu dzimmah dalam Daulah Islam. Pada bagian keempat, kembali penulisnya membeberkan keteladan Sofia secara gamblang baik dalam kualitas individunya, akhlak mulianya, dan keteladan Sofia sebagai istri. Sangat enak dibaca dan menambah wawasan.  Buku ini ditutup dengan penjelasan di bagian akhirnya tentang wanita-wanita di sisi Rasulullah saw. yang terlupakan. Ternyata, jika membaca buku ini, kita akan mendapatkan informasi bahwa ada wanita-wanita yang pernah dilamar oleh Rasulullah saw. tapi tidak jadi dinikahi, juga tentang wanita-wanita yang dinikahi Rasulullah saw. tanpa menyempurnakan pernikahannya dan yang diceraikan Rasulullah saw. beserta alasannya, serta wanita-wanita yang menyatakan diri ingin dinikahi Rasulullah saw.

Kelemahan buku ini, menurut saya terletak pada masalah teknis. Penataan warna dan pernak-pernik di bagian dalam buku ini menjadi kurang menarik. Mungkin maksudnya ingin rileks dan terasa enak dibaca, tapi menjadi ‘rusak’ karena pilihan warna yang kurang cocok untuk mata (setidaknya bagi mata saya yang sudah minus dan silindris pula).

Meski demikian, tetap tak melemahkan kekuatan utama buku ini. Kekuatan buku ini selain pada pemaparannya, adalah pada literatur pendukungnya. Sehingga menjadikan buku ini bukan bacaan biasa, bahkan bisa digolongkan menjadi buku rujukan. Apalagi karena pengemasan produknya dengan hard cover sehingga memungkinkan untuk sering dibaca berulang-ulang sesuai kebutuhan untuk mendapatkan informasi dari buku ini. Ya, sebagai rujukan.

Satu hal lagi yang menjadi keunikan buku ini adalah mengemas secara utuh dengan frame berpikir yang utuh pula. Artinya, memandang kisah hidup tokoh di buku ini yang dihubungkan dengan sejarah hubungan kaum muslimin dengan Yahudi dalam bingkai Daulah Islam. Sehingga cukup tergambar dengan jelas berbagai peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari produk hebat peradaban Islam yang mulia.

Bagi Anda yang ingin menambah koleksi bacaannya yang bernilai sejarah dan menjadi rujukan untuk menulis karya sejenis, rasanya pantas buku ini menjadi inspirasi Anda. Saya secara pribadi juga punya harapan besar kepada Abba Zhahir BiAmrillah untuk terus melahirkan karya-karya hebat sesuai keahliannya sebagai filolog (muhaqiq). Umat perlu mendapatkan suplai informasi dan ilmu pengetahuan dari orang-orang seperti Anda. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat pula akan banyak orang mengkaji keilmuan sejenis untuk ikut meramaikan pasar pengetahuan bagi kaum muslimin.

Betapa indahnya Islam, jika kita tahu lebih dalam dan tentu saja mengamalkannya dalam kehidupan. Baik mengamalkan secara individu, masyarakat maupun dalam bingkai negara.

Salam,
O. Solihin

Sejarah Supersingkat Manusia Pembawa Risalah Akhir Zaman

Sejarah Supersingkat Manusia Pembawa Risalah Akhir Zaman

Dipublikasikan pada Jumat, 26 Februari 2010 | 12:07

Oleh Umar Abdullah

Kelahiran Muhammad saw.

Sebagai manusia biasa, kelahiran Muhammad saw adalah kelahiran biasa sebagaimana kelahiran bayi-bayi pada umumnya. Yang membedakannya dengan manusia biasa adalah beliau telah dipersiapkan oleh Allah untuk mengemban sebuah risalah yang akan mengubah dunia, sebuah misi yang mengubah dunia yang saat itu diliputi kebodohan dan kegelapan menjadi tersinari cahaya yang terang benderang.

Pada tahun dilahirkan Muhammad saw, kota kelahirannya yakni Makkah yang disana berdiri Ka’bah Baitullah, diselamatkan dari serangan tentara bergajah pimpinan raja Abrahah. Allah SWT mengirimkan burung-burung yang berbondong-bondong membawa kerikil-kerikil dari neraka yang menghancurkan tentara-tentara tersebut.

Muhammad saw memiliki nasab yang terhormat. Beliau adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Mu’ad bin ‘Adnan bin Ismail bin Ibrahim al-Khalil as.

Ibu beliau adalah Aminah binti Wahab seorang gadis yang paling mulya dari Bani Zuhra.

Ketika Abdullah pulang bersama rombongan pedagang Quraisy dari negeri Syam sampai di Madinah, Abdullah wafat. Abdullah wafat, ketika Muhammad dalam kandungan Aminah baru berumur dua bulan.

Muhammad saw lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal Tahun Gajah (bertepatan dengan tahun 570 M). Bayi yang baru lahir itu dibawa oleh sang kakek, Abdul Muththalib, masuk ke dalam Ka’bah. Di dalam Ka’bah dia berdiri sambil berdoa dan bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya.

Kemudian, Muhammad saw disusukan kepada seorang wanita dari Bani Sa’ad bin Bakar, yakni Halimah binti Abu Duaib. Sejak menyusui Muhammad saw, keluarga Halimah as-Sa’diyah mendapat banyak kebaikan, puting-puting susu kambing-kambingnya menjadi penuh padahal tanah di daerah bani Sa’ad adalah tanah yang sangat gersang.

Pertumbuhan Muhammad saw.

Muhammad saw mengalami pertumbuhanyang sangat cepat tidak seperti anak-anak lainnya. Ketika umurnya belum mencapai 2 tahun, Muhammad terlihat sebagai anak yang kekar dan kuat.

Saat dalam pengasuhan Halimatus Sa”diyah, Muhammad saw mengalami pembelahan dada. Halimah menceritakan, “Setelah aku diberitahu oleh anakku bahwa Muhammad dibawa oleh dua laki-laki berpakaian putih, aku dan suamiku keluar rumah mendapati Muhammad dalam keadaan berdiri sedang wajahnya tampak lemah dan pucat. Dengan cepat kami memeluknya. Kami bertanya apa yang terjadi. Muhammad menjawab, ‘Telah datang kepadaku dua orang lelaki berpakaian putih-putih, lalu aku dibaringkan dan perutku dibelah, terakhir keduanya menaruh sesuatu ke dalam perutku, namun aku tidak tahu apa itu?’

Muhammad saw diasuh oleh keluarga Halimah as-Sa’diyah hingga umur 4 tahun kemudian dikembalikan ke ibunya, Aminah binti Wahhab. Ketika berumur 6 tahun, ibunya wafat di Abwa’, sebuah tempat antara Makkah dan Madinah. Maka lengkaplah status yatim Muhammad saw.

Kemudian Muhammad saw tinggal bersama kakeknya, Abdul Muththalib pimpinan Makkah. Setelah kakeknya wafat, Muhammad saw tinggal bersama pamannya, Abu Thalib.

Masa Remaja Muhammad saw.

Ketika Muhammad saw berumur 12 tahun, Abu Thalib mengajak beliau ke Syam bersama rombongan pedagang. Setelah lama berjalan sampailah mereka di kota Bushra.

Di Bushra ada tempat pertapaan rahib. Tempat itu tidak pernah sepi dari rahib yag sedang belajar dan mengajarkan ilmu tentang agama Nashrani yang terdapat dalam kitab-kitab yag mereka wariskan dari generasi ke generasi. Rahib yang ada saat itu adalah Buhaira.

Melihat awan yang selalu menaungi rombongan dagang itu, Buhaira mengundang rombongan itu makan. Buhaira melihat awan menaungi pohon tempat Muhammad saw berteduh. Pada saat rombongan itu menikmati makanan, Buhaira mengamati fisik dan gerak-gerik Muhammad saw. Akhirnya Bukhaira menemukan sifat-sifat nabi pada putra Abdullah dan cucu Abdul Muththalib itu.

Ketika Muhammad saw sedang sendirian, Buhaira mendatangi beliau dan berkata, Wahai anak kecil, aku bertanya kepadamu tentang kebenaran Lata dan Uzza, atau beritahu apa itu Lata dan Uzza?”

Muhammad saw berkata, “Anda jangan bertanya kepadaku tentang Lata dan Uzza, sebab tidak ada sesuatu yang paling aku benci selain keduanya, “

Buhaira berkata, “Sungguh kamu tidak akan memberi tahu apa yang aku tanyakan?”

Muhammad saw berkata, “Bertanyalah kepadaku tentang sesuatu yang kamu anggap lebih penting.”

Maka mulailah Buhaira bertanya kepadanya tentang keadaan tidurnya, gerak-geriknya dan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya. Semua jawaban Rasulullah saw sesuai dengan sifat-sifat yag diketahui Buhaira dari kitabnya. Kemudian Buhaira membuka punggung Rasulullah saw lalu dia melihat stempel kenabian ada di antara dua pundaknya. Ini juga persis dengan sifat yang diketahui dari kitabnya.

Setelah merasa cukup puas, Buhaira mendekati paman beliau, Abu Thalib.

Buhaira berkata, “Kenapa anak ini bersamamu?”

Abu Thalib menjawab, “Dia anakku.”

Buhaira berkata, “Bukan, dia bukan anakmu, sebab tidak mungkin dia begini kalau saja ayahnya masih hidup.”

Abu Thalib, “Benar, dia putra saudaraku.”

Buhaira berkata, “Bagaimana dengan ayahnya?”

Abu Thalib berkata, “Wafat sejak dia dalam kandungan ibunya.”

Buhaira berkata, “Kamu benar, sekarang bawalah pulang kembali keponakanmu, dan berhati-hatilah dengan orang-orang Yahudi, sebab kalau mereka tahu, pasti mereka akan berbuat buruk kepadanya. Sebenarnya dalam diri keponakanmu tersimpan sesuatu yag sangat besar. Untuk itu, bawalah dia segera ke negerinya.”

Demikianlah, banyak pendeta Nasrahi, seperti Buhaira, Nasthura, dan Waraqah bin Naufal, kerabat Khadijah isteri beliau, yang telah melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad saw.

Muhammad saw Diangkat Menjadi Utusan Allah

Ketika masa diutusnya Muhammad saw sebagai Rasulullah sudah dekat (sekitar umur 40 tahun), maka setiap kali beliau keluar ke tempat-tempat terbuka, jalan-jalan setapak, atau bukit-bukit di Makah, maka beliau tidak melewati bebatuan dan pepohonan, kecuali bebatuan dan pepohonan itu mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum, wahai utusan Allah.” Mendengar itu beliau melihat ke sekitarnya, ke kanan kiri dan ke belakang, namun beliau tidak melihat seorang pun.

Setelah persiapan terhadap Muhammad saw untuk diserahi kepemimpinan telah sempurna, maka Allah SWT, Rabbul ‘Izzah Jalla Jalaluhu menempatkan tugas kerasulan kepada beliau. Risalah pertama yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah saw adalah QS. Al-Alaq ayat 1-5.

Rasulullah saw Mendakwahkan Risalah Islam

Setelah turun wahyu Allah

“Yaa ayyuHal mudddatstsir. Qum fa`andzir. Wa rabbaka fakabbir. Wa tsiyaabaka fathaHHir.”

Artinya: “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah.” (QS. Al-Mudatstsir : 1-4)

Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu:

“wa andzir ‘asyiiratakal aqrabiin”

Artinya: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 214)

Maka Rasulullah saw mulai mengumpulkan kekuatan dan menyiapkan dukungan publik dalam bentuk kekuatan negara yang akan menerapkan dan menyebarluaskan risalah Islam. Mulailah Rasulullah saw mendakwahi keluarga dan yang ada di rumah beliau. Kemudian Rasulullah saw menyeru teman-teman dekatnya.

Setelah turun wahyu Allah:

“Fashda’ bimaa tu`maru wa a’ridh ‘anil musyrikiin.”

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yag diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr : 94).

Rasulullah saw menyerukan risalah Islam kepada seluruh manusia. Jumlah kaum muslimin dari hari ke hari terus bertambah, meski mereka harus berhadapan dengan penyiksaan dan tekanan.

Rasulullah saw Menerima Kepemimpinan Madinah

Setelah risalah Islam dipeluk oleh sebagian besar penduduk Madinah. Setelah para ahlu Nushrah Madinah menyerahkan kekuasaan kota Madinah kepada Rasulullah saw. Setelah persiapan untuk mendirikan masyarakat baru di negeri yang aman untuk menerapkan sistem Islam, maka Rasulullah saw mulai menginstruksikan para sahabatnya untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah. Setelah perintah untuk berhijrah, maka Rasulullah saw dan Abu Bakar as-Shiddiq berhijrah dan selamat sampai ke Madinah.

Demikianlah, manusia agung itu telah mendirikan Negara Islam, sebuah negara yang menerapkan Risalah Allah. Manusia mulia itu telah menjadi kepala negara yang mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.

Hanya dalam waktu sekitar 11 tahun,  seluruh Jazirah Arab menerima Islam dan menjadi wilayah Negara Islam yang beribukota di Madinah.

Rasulullah saw Wafat

Ketika Pasukan Islam yang dipimpin oleh Panglima Usamah bin Zaid sedang bersiap-siap berangkat memerangi Romawi di bumi Palestina, Rasulullah saw jatuh sakit. Dan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 11 H (3 Juni 632 M) Rasulullah Muhammad saw manusia pembawa risalah akhir zaman ini wafat.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah atasmu wahai guru kami, wahai teladan kami, wahai kekasih kami.

Ya Allah..laa haula wa laa quwwata illa bika.

Ya Allah, tolonglah kami agar kami mampu meneladani Rasul-Mu yang mulia dalam seluruh aktivitas kami ya Allah, dalam muamalah-muamalah kami, akhlak-akhlak kami, dakwah-dakwah kami, tata pemerintahan dan pengadilan kami, dalam politik, pendidikan, dan segala aspek kehidupan kami.

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mencintai Rasul-Mu sebenar-benar kecintaan.

Kumpulkan kami di akhirat nanti bersama Rasul-Mu yang mulia di surga nanti.

Amin ya Allah yaa Mujiibas saa`ilin.

Permalink  |  Tagged with: , ,
TOP LIMA Terbanyak Dibaca Bulan Ini
Advertisement

Artikel Lainnya

Arsip Artikel

Februari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829