Oleh: Lathifah Musa
Ramadhan tahun ini diawali dengan kesedihan umat Islam. Persoalan masyarakat kecil kian membelit. Belum selesai soal maraknya ledakan bom elpiji, masyarakat diresahkan oleh naiknya TDL yang memicu kenaikan harga-harga barang-barang kebutuhan pokok. Belum selesai dicekam resah karena maraknya penculikan anak dan bayi-bayi, masyarakat dikejutkan oleh penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir oleh Densus 88. Isu yang banyak beredar adalah Indonesia makin tunduk pada Amerika. Karena banyak kebijakan publik yang dilatari oleh kesepakatan-kesepakatan Indonesia dengan AS, baik melalui Bank Dunia, IMF, UNDP, ADB atau langsung dengan pemerintahnya. Termasuk yang terakhir ini penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, seorang Ustadz sepuh yang sangat gigih memperjuangkan tegaknya Islam secara kaffah..
Sejak awal banyak kalangan umat Islam yang memandang bahwa kasus ini adalah bagian dari pesanan Asing. Sejak masa presiden-presiden sebelumnya, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memang selalu menjadi incaran AS untuk ditangkap. Bahkan AS menginginkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dikirim langsung ke Guantanamo. Namun sampai saat itu, belum ada delik aduan yang tepat sehingga Ust. Abu Bakar Ba’asyir bisa dituduh teroris. Presiden-presiden sebelumnya pun masih ketar-ketir dengan amarah rakyat bila Ustadz Abu diperlakukan dengan kasar. Lanjutkan
Anda dapat berlangganan artikel dari MediaIslamNet | portal opini dan solusi islami dengan menggunakan alamat email Anda untuk mendapatkan update artikel terbaru langsung ke inbox email Anda. Caranya mudah saja, tuliskan alamat email Anda pada kolom di bawah ini, kemudian klik Sign Up!
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ming |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | ||||