Oleh: Ir. Lathifah Musa
Terkadang memilih sebuah topik diskusi dalam acara Rabu-an di Rumah Media, bukanlah hal yang mudah. Biasanya diskusi berawal dari Kelas Membaca Berita di hari Senin sebelumnya. Santri-santri Pesantren Media wajib mengumpulkan tugas pemantauan berita mereka, melalui media massa. Memang ada yang rajin dan ada yang kurang rajin. Tapi yang kurang rajin, akan “disapa” agar minggu depan lebih rajin lagi. Tentunya tidak enak, kalau terus menerus disapa karena tidak rajin, sehingga berikutnya akan semangat mencari.
Intinya mereka harus memilih topik penting yang akan diajukan sebagai bahan diskusi Rabu-an. Repot memang kalau masing-masing mengajukan topik berbeda sesuai seleranya. Bila demikian, maka Ustadzahnya yang akan memutuskan.
Para Kru VOI juga berhak mengajukan judul topik diskusi. Tentunya para kru yang rajin ikut diskusi. Bagi mereka yang hanya ingin mendapat hasil diskusi, tanpa hadir, usulan diletakkan di nomor yang kesekian di ujung. Yang seperti ini puluhan lipat jumlahnya. Lanjutkan
Musim hujan tak menyurutkan kru MediaIslamNet dan juga Pesantren Media untuk tetap beraktivitas seperti biasanya. Menyiapkan rekaman program Majalah Udara Voice of Islam untuk bulan Februari 2012, mengisi siaran di radio mitra MediaIslamNet dan Pesantren Media, juga kegiatan belajar mengajar para santri Pesantren Media. Resepnya: tetap sabar, tetap istiqomah, tetap berusaha, dan senantiasa berdoa kepada Allah Swt memohon kemudahan dan barokah dari segala aktivitas yang dilakukan. Insya Allah tetap semangat! Ya, ini pula yang dibuktikan dalam kegiatan rutin Diskusi Aktual Pesantren Media pada 11 Januari 2012. Meski sebenarnya diskusi ini untuk umum, namun lebih banyak pesertanya dari kalangan sendiri. Tak mengapa, seperti kata Ustadz Umar Abdullah, “Meski jumlah kehadiran peserta diskusi yang minim, namun insya Allah informasinya bisa dibaca banyak orang karena hasil diskusinya disebar di website.” Benar, liputan diskusi aktual ini bisa Anda dapatkan setiap pekannya melalui website resmi MediaIslamNet juga bisa diikuti update infonya di Facebook,Twitter, dan juga Kompasiana. Ini diniatkan agar lebih tersebar manfaat dari hasil diskusi kami. Insya Allah.
Rabu, 11 Januari 2012, pukul 16.20 WIB, diskusi baru saja dimulai. Memang telat dua puluh menit dari semestinya. Hal ini disebabkan Ustadz Umar Abdullah dan rombongan (termasuk saya) baru datang ke Rumah Media pada pukul 16.15 WIB. Sementara di Rumah Media sudah hadir para santri Pesantren Media dan Junnie Nishfiyanti, Koordinator Narasumber untuk program Voice of Islam. Lima menit kami menyiapkan segalanya. Saya memasang laptop, dan menyiapkan modemnya sekaligus. Ustadz Umar Abdullah mengatur anak-anaknya yang dibawa serta supaya tertib. Ustadzah Latifah Musa dan para santri akhwat sigap menyiapkan makanan dan minuman untuk menemani diskusi rutin kami. Tersedia sudah makaroni kering, sale pisang kering. Supaya kerongkongan tak dibuat kering, segelas teh manis hangat juga dihidangkan. Walhasil, sore yang mendung tetap hangat dengan obrolan politik internasional ditemani camilan dan teh manis. Lanjutkan
INFO
Diskusi Aktual Pesantren Media: “Provokasi di Selat Hormuz; Kesempatan AS Jual Senjata?”
Rabu, 4 Januari 2012, pukul 16.00-17.45 WIB
di Rumah Media, Jl. Raya Laladon No. 54. BOGOR.
Kerjasama MediaIslamNet dengan Pesantren Media.
MediaIslamNet.Com– Banyak pertanyaan dalam benak rakyat Indonesia menjelang kedatangan Obama. Untuk apa datang ke Bali? Mengapa hanya singgah beberapa jam saja sudah membuat repot seluruh personel aparat dan TNI? Standar pengamanan Super VVIP (Very Very Important Person) yang disiapkan jauh-jauh hari ini tentu memerlukan biaya yang juga Super Besar.
Bagi yang terbiasa mengikuti berita di TV, akan bertanya. Mengapa KTT Pemimpin Asean perlu dihadiri oleh Kepala Negara AS? Apa saja agenda Obama di sini? Benarkah hanya sekedar menghadiri East Asia Summit 2011? Itupun tidak seluruh Kepala Negara ASEAN datang. Mungkinkah pertemuan dengan SBY sebagai kepala negara Indonesia menjadi jadwal terpenting kehadirannya di Bali?
Apakah karena Asia menjadi pasar yang stabil dan bahkan tumbuh, sementara AS sedang didera krisis besar-besarkan dan Eropa dalam kondisi yang mengenaskan? Apakah ada hubungannya dengan lumpuhnya eksplorasi emas PT Freeport di Papua? Apakah ada hubungannya dengan protes besar-besaran karyawan Freeport dan masyarakat Papua yang telah mencium ketidakadilan yang sangat besar dalam proyek pertambangan emas ini? Lanjutkan
Oleh: Lathifah Musa
Ramadhan tahun ini diawali dengan kesedihan umat Islam. Persoalan masyarakat kecil kian membelit. Belum selesai soal maraknya ledakan bom elpiji, masyarakat diresahkan oleh naiknya TDL yang memicu kenaikan harga-harga barang-barang kebutuhan pokok. Belum selesai dicekam resah karena maraknya penculikan anak dan bayi-bayi, masyarakat dikejutkan oleh penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir oleh Densus 88. Isu yang banyak beredar adalah Indonesia makin tunduk pada Amerika. Karena banyak kebijakan publik yang dilatari oleh kesepakatan-kesepakatan Indonesia dengan AS, baik melalui Bank Dunia, IMF, UNDP, ADB atau langsung dengan pemerintahnya. Termasuk yang terakhir ini penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, seorang Ustadz sepuh yang sangat gigih memperjuangkan tegaknya Islam secara kaffah..
Sejak awal banyak kalangan umat Islam yang memandang bahwa kasus ini adalah bagian dari pesanan Asing. Sejak masa presiden-presiden sebelumnya, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memang selalu menjadi incaran AS untuk ditangkap. Bahkan AS menginginkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dikirim langsung ke Guantanamo. Namun sampai saat itu, belum ada delik aduan yang tepat sehingga Ust. Abu Bakar Ba’asyir bisa dituduh teroris. Presiden-presiden sebelumnya pun masih ketar-ketir dengan amarah rakyat bila Ustadz Abu diperlakukan dengan kasar. Lanjutkan
Anda dapat berlangganan artikel dari MediaIslamNet | portal opini dan solusi islami dengan menggunakan alamat email Anda untuk mendapatkan update artikel terbaru langsung ke inbox email Anda. Caranya mudah saja, tuliskan alamat email Anda pada kolom di bawah ini, kemudian klik Sign Up!
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ming |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | ||||