Asalaamu’alaikum wr wb
“Saya tidak bisa menulis Pak. Karena saya tidak suka hal-hal yang berkaitan dengan menulis,” seorang siswa kelas menulis pernah menyampaikan itu kepada saya. Dia menambahkan, “saya juga kurang suka membaca”. Hmm… lengkap sudah ‘penderitaannya’. Dia mencoba mengampuni dirinya sendiri yang tidak mampu (atau tidak mau?) belajar menulis atau menjadi penulis.
Cerita lain. Dalam sebuah perjalanan ke Sawangan, Depok. Saya menemukan sebuah tulisan terpampang jelas di ‘pantat’ truk dalam bahasa Sunda: “Geus Kieu Kuduna” (translate: “Sudah begini harusnya”). Saya tertawa kecil tapi sekaligus miris ketika membaca tulisan yang disertai gambar seorang lelaki tua yang kepalanya bersandar di paha seorang perempuan muda yang sedang duduk. Di sampingnya ada botol minuman keras. Entah apa maksud sesungguhnya dari si pembuat tulisan dan gambar tersebut. Karena saya tidak bisa klarifikasi. Mobil itu berkejaran dengan sepeda motor saya, dan sejenak kemudian saya sudah mendahuluinya. Sepanjang jalan saya berpikir, sepertinya tulisan tersebut juga memberi kesan dan pesan bahwa sedang “mengampuni diri sendiri”. Seolah apa yang dilakukan itu sudah menjadi bagian nasibnya. Tidak mau mengubahnya menjadi lebih baik. Ah, sebuah kepasrahan tanpa alasan yang bisa diterima. Lanjutkan
Lirik/ Lagu/ Musik : Thufail Alghifari | Doa/ Vocal: Umar Abdullah
Nafasku yang menghela dalam ketakutan
Jiwaku yang bergetir dalam kesunyian
Tentang kerinduanku padaMu ya Allah
Di setiap langkahku di dalam jiwaku
Engkaulah Yang Maha Memberikan Rahmat
Engkaulah Yang Penuh dengan Jutaan Maaf
Maafkanlah di setiap amalku
Yang tak pernah sempurna yang penuh dengan noda
Ampunilah kami
Yang begitu sering dustakan nikmatMu
Tuntunlah kami
Selalu dalam jalanMu
Ke SurgaMu ya Allah
Maafkanlah diri ini di setiap amal yang tak sempurna ini
Ke SurgaMu
Bawalah kami kembali berkumpul bersama dengan kekasihMu
(Doa)
Rabbanaa
Zhalamna anfusanaa
wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa
lanakuunanna minal khaasiriin
(Ya Tuhan kami
Ami telah menganiaya diri kami sendiri
Jika Engkau tidak mengampuni diri kami
Jika Engkau tidak menyayangi diri kami
Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi)
Ampunilah kami, ya Allah 2X
Rubrik: Konsultasi Surat | Narasumber: Ir. Lathifah Musa | Tema: SYARAT UNTUK BERTAUBAT
0817321xxxx
Saya telah melakukan kesalahan besar dalam hidup saya. Apakah taubat saya diterima? Dan bagaimana caranya kita bertaubat. Hamba Allah
0813466xxxx
Saya pernah berzina dengan pacar saya. Sekarang kami putus dan saya sangat menyesali apa yang pernah saya lakukan. Apakah saya masih bisa menjadi muslimah yang sholihah.
Ustadzah, apakah semua dosa kita akan diampuni?
Setiap dosa seorang mukmin akan diampuni, kecuali apabila dia menyekutukan Allah. Dengan demikian maka kita harus selalu meminta ampun kepada Allah. Setiap muslim itu memang tempatnya salah dan khilaf. Tetapi muslim yang baik adalah yang selalu memohon ampun atas kesalahannya.
Allah SWT berfirman: Wa may ya’mal suu’an aw yazlim nafsahu tsumma yastaghfirillah yajidillaaha ghofuurar rahiima: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya drinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah. Niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS AnNisaa:110
“Wa maa kaanallaahu liya’adzibahum wa anta fiihim. Wa maa kaanallaahu mu’adzibahum wa hum yastaghfiruuna: Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.al Anfal:8
Bagaimana dengan berzina? Apakah ada ampunan?
Zina itu adalah perbuatan keji (fahisyah) dan jalan yang buruk. Kaum muslimin harus menghindari perbuatan keji ini. Apabila ada yang sudah terlanjur, maka harus segera bertaubat dan memohon ampun. Allah SWT berfirman dalam QS ali Imran: 135.
Mungkinkah ada seseorang yang benar-benar suci dari dosa?
Manusia yang disucikan dari dosa, hanya para Nabi dan Rasul. Ini karena Allah menjaga mereka. Merekalah yang menyampaikan wahyu kepada manusia. Penyampaian wahyu harus terjaga dari kesalahan, sehingga pembawanya yaitu Nbai dan Rasul telah disucikan dari dosa. Sementara yang namanya manusia, sekalipun dia semulia-mulianya manusia, maka ia tetap manusia biasa yang tidak terjaga dari kesalahan. Hanya memang ada manusia yang kesalahannya bertimbun, ada yang kesalahannya tidak banyak, karena ia adalah hamba Allah yang taat. Mengenai kesalahan yang selalu ada pada manusia, ada sebuah hadits yang menyebutkan. Bahwa Rasulullah Saw: Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, jika saja kalian tidak pernah berbuat dosa, pasti Allah sudah melenyapkan kalian, kemudian mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa. Kemudian mereka memohon ampun kepada Allah. Lalu Allah mengampuni menereka. HR Muslim dari Abu Hurairah
Bagaimana caranya agar taubat kita diterima?
Syarat-syarat Taubat :
1. Meninggalkan dosa tersebut. Ibnul-Qoyyim berkata: ”Taubat mustahil terjadi, sementara dosa tetap dilakukan”.
2. Menyesal atas perbuatannya. Rasulullah bersabda: ”Menyesal adalah taubat”.
3. Berazzam untuk tidak mengulangi lagi. Ibnu Mas’ud berkata: ”Taubat yang benar adalah: Taubat dari kesalahan yang tidak akan diulangi kembali, bagaikan mustahilnya air susu kembali pada kantong susunya lagi.”
4. Mengembalikan kedzaliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk diha-lalkan. Imam Nawawi berkata: ”Diantara syarat taubat adalah mengembalikan kedzoliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk dihalakan”.
5. Ikhlash. Ibnu hajar berkata: “Taubat tidak sah kecuali dengan ikhlash”. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya” (QS. At Tahrim : 8 ). Yang dimaksud taubat yang murni adalah taubat yang ikhlash.
6. Taubat dilakukan pada masa diterima-nya taubat. Masa diterimanya taubat adalah:
- Sebelum saat sakarotul maut.
- Sebelum Matahari terbit dari barat.
Allah berfirman: “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” (QS. An-Nisaa : 18).
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama belum dalam sakarotul-maut” (HR. Tirmidzi).
Dalam hadis yang lain Rasululloh bersabda: “Sesungguhnya Alloh membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang melakukan kesalahan di siang hari. Dan Allah membentangkan Tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang melakukan kesalahan pada malam hari” (HR. Muslim).
Dalam hadist yang lain Rasululloh bersabda: “Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, Allah akan menerima taubatnya” (HR. Muslim).
Bagaimana kalau kita selalu tidak percaya diri bahwa taubat kita diterima?
Yang terpenting adalah kita meyakini Allah Maha Penerima Taubat, Allah Maha Rahmat, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dan kita tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.
Anda dapat berlangganan artikel dari MediaIslamNet | portal opini dan solusi islami dengan menggunakan alamat email Anda untuk mendapatkan update artikel terbaru langsung ke inbox email Anda. Caranya mudah saja, tuliskan alamat email Anda pada kolom di bawah ini, kemudian klik Sign Up!
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Ming |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | ||||