Sikap Muslim Menghadapi Amar Maruf Nahiy Munkar
Pejuang dakwah bukanlah malaikat yang tidak pernah salah. Akan selalu ada kekeliruan yang dilakukan olehnya, baik secara fardliyah ataupun jamaah. Ini adalah bagian dari tabiat manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan.
‘Teroris’ Tidak Perlu Keadilan?
Kalangan yang dituduh melakukan teroris juga tidak mendapat perlakuan adil dari kalangan media massa. Hampir semua media massa selalu memberitakan terorisme dari satu narasumber; aparat kepolisian.
Siapa Yang Akan Mendengarkan Mereka?
Dunia memang ladang ujian. Dan Allah akan menguji keimanan seseorang sesuai kadar imannya masing-masing. Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, “Siapakah orang yang paling berat ujiannya?”
Ada Sebatang Lilin Untuk Dinyalakan
Sebenarnya ada dan berbatang-batang lilin masih bisa dan harus segera kita nyalakan di tengah kegelapan ini. Meski tentu akan jauh lebih mudah ketika payung besar milik umat ini ada, akan tetapi kita tetap harus menyalakannya saat ini pula.
Mengembalikan Akar Sejarah
Masak begitu melihat KH Agus Salim, anak sekolah komentar ‘kok kumisnya mirip tukang sate.
Ya Allah, Janganlah Kami Engkau Kumpulkan dalam Keadaan Buta
Saudaraku, Allah telah mengingatkan kita semua dengan firman-firmanNya yang haq. Akan ada sekumpulan orang yang dibangkitkan dalam keadaan buta. Kebutaan itu disebabkan sikap tak acuh mereka pada bobroknya sistem yang sekarang ditegakkan. Mereka terus menerus membabi buta membela ‘rumah yang rapuh’ ini sebagai bagian yang masih bisa diselamatkan.
Ariel Bukan Aa Gym
Dalam hal ini Ariel cs lebih ‘beruntung’ daripada KH Abdullah Gymnastiar. Saat publik tahu beliau berpoligami, publik langsung menjauh darinya. Panggung dakwahnya pun surut di seantero Indonesia. Banyak kaum ibu yang dulu banyak menghadiri kajian siraman rohaninya, menempatkannya sebagai ‘musuh’. Media massa juga ogah-ogahan memintanya lagi berceramah. Padahal dulu hampir tiap minggu dai ini muncul di layar kaca.
Upaya Pengaburan Kewajiban
Usahlah heran kita melihat kaum muslimin bergandengan tangan dengan parpol Kristen dalam sebuah pilkada. Ada parpol Islam yang mengecam kebiadaban Israel tapi lalu mengundang ‘tuan besar’nya Israel untuk duduk bareng dengan mereka di gedung sejuk dan berkelas. Seolah lupa kalau beberapa hari sebelumnya mereka mencaci maki tindakan ának asuh’nya.
Membakar Diri dengan Keimanan
Beragam cara lepasnya simpul agama itu. Ada yang terjadi secara sadar, tanpa sadar, tapi ada pula yang melepas simpul agama dengan beragam dalih. Mereka mencari-cari pembenaran untuk membela tindakan tersebut. Ada yang berdalih terdesak kebutuhan hidup, menyelamatkan karir, menjaga keamanan diri, dsb.
Jalan Derita untuk Menjemput Bahagia
Manakala bicara kebaikan, nyatanya hanya Allah yang Mahatahu, apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Manusia sering salah menduga mana yang khair (baik) dan mana yang syar (buruk), karena hawa nafsu memang lebih memilih jalan yang nikmat dan mudah. Padahal seringkali pandangan itu adalah fatamorgana.