Bahasa Iblis dalam Politik Kaum Liberalis
Irsyad Manji menggunakan bahasa Iblis dalam pendapat-pendapatnya. Beberapa statemennya seperti, “Allah, Liberty and Love menunjukkan kita semua bagaimana mendamaikan iman dan kebebasan dalam dunia yang mendidih dengan dogma represif. Kunci ajaran Manji adalah “Keberanian moral, “kemauan untuk berbicara ketika orang lain ingin membungkam mulutmu. buku ini merupakan panduan utama untuk menjadi warga dunia yang berani.”
Kebohongan di Siang Bolong
Bohong Di Siang Bolong. Istilah yang dipopulerkan oleh Pak Kwik Kian Gie ini memang sangat tepat untuk menggambarkan wajah pemerintah dan mayoritas wakil rakyat saat ini.
Pendidikan Kita Menyengsarakan Si Miskin
Menyedihkan. Sungguh menyedihkan. Betapa sistem pendidikan saat ini memang sangat menyiksa rakyat miskin.
Miras!
Menurut Kiai Ma’ruf, perda miras itu sudah memberikan manfaat membuat kebaikan di daerah-daerah. Tidak layak Kemendagri melakukan klarifikasi untuk pencabutan perda-perda tersebut.
Strategi Militer AS Berubah, Apa Pentingnya Bagi Kita?
Walaupun Menteri Pertahanan Leon Panetta berusaha menutupi, bahwa krisis bukanlah alasan mengubah stategi, tetapi Presiden Obama sudah menyatakan dirinya kewalahan dengan krisis ekonomi yang melanda AS.
Misteri Politik Iran
AS dalam hubungannya dengan Iran, selalu menyimpan sesuatu yang tak pernah dipaparkan secara gamblang, alias ada yang disembunyikan.
“Kita Ini Sudah Biasa Hidup Miskin”
“Rakyat Indonesia tahan krisis, karena sehari-harinya sudah biasa miskin, Bu!”, katanya.
Bila AS (Jadi) Membangun Pangkalan Militer di Singapura
Indikasi keseriusan AS mendirikan pangkalan di Singapura mulai terlihat dari upaya Singapura mengajukan ratifikasi Perjanjian Kerjasama Pertahanan RI-Singapura.
Obama dan Pemimpin yang Tertipu!
Kebetulan Indonesia memiliki banyak hutan. Kebetulan Indonesia ada sedikit hutang pada AS. Kebetulan pemerintahnya tak banyak cing-cong dan gampang dibodohi.
Di Balik Hadiah Nobel untuk Perempuan
Bulan Oktober 2011, Komite Nobel Norwegia memberikan hadiah perdamaian kepada tiga perempuan. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap peran perempuan dalam demokrasi dan perdamaian dunia.