Editorial

Miras!

Miras!

Dipublikasikan pada Senin, 16 Januari 2012 | 8:48

Oleh: Ir. Lathifah Musa

Suatu malam, ada salah satu tamu tetangga di wilayah kami yang kejang-kejang. Ia terkapar di teras rumahnya dan mengeluarkan suara-suara aneh. Ustadz Umar bergegas menuju kesana. Wah ada kesurupan lagi nih, begitu pikiran yang muncul dalam benak saya.

Sebulan yang lalu, memang pernah ada kejadian kesurupan. Ustadz Umar diminta datang, namun beliau merasa tak mampu menangani. Yang kesurupan tiba-tiba memiliki kekuatan memukul yang lebih keras, padahal tubuhnya sedang sakit, lemah dan ringkih.  Ustadz Munawir pun didatangkan. Alhamdulillah, tertangani.

Ustadz Munawir adalah Pembina Ruqyah di El Iman. Beliau juga mengisi Rubrik ath-Thibbun Nabawi di Voice of Islam. Sebagai Pengajar Tahsin di Pesantren Media, beliau juga mengajar Tahfizh al-Qur’an para Santri. Di Kompleks kami, beliau juga pernah melatih kegiatan P3K (Pertolongan Pertama pada Kesurupan).

Sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara Ustadz Umar membacakan ayat-ayat ruqyah. Masih terdengar juga suara-suara aneh dari mulut yang terkapar. Tidak berapa lama, Ustadz Umar kembali ke Pesantren Media. Beliau segera mengeluarkan Blue Panther.

“Harus segera dibawa ke rumah sakit!” katanya.

“Bagaimana kesurupannya?” saya penasaran. Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , ,
Strategi Militer AS Berubah, Apa Pentingnya Bagi Kita?

Strategi Militer AS Berubah, Apa Pentingnya Bagi Kita?

Dipublikasikan pada Minggu, 15 Januari 2012 | 2:04

Oleh: Ir. Lathifah Musa

Terkadang memilih sebuah topik diskusi dalam acara Rabu-an di Rumah Media, bukanlah hal yang mudah. Biasanya diskusi berawal dari Kelas Membaca Berita di hari Senin sebelumnya. Santri-santri Pesantren Media wajib mengumpulkan tugas pemantauan berita mereka, melalui media massa. Memang ada yang rajin dan ada yang kurang rajin. Tapi yang kurang rajin, akan “disapa” agar minggu depan lebih rajin lagi. Tentunya tidak enak, kalau terus menerus disapa karena tidak rajin, sehingga berikutnya akan semangat mencari.

Intinya mereka harus memilih topik penting yang akan diajukan sebagai bahan diskusi Rabu-an. Repot memang kalau masing-masing mengajukan topik berbeda sesuai seleranya. Bila demikian, maka Ustadzahnya yang akan memutuskan.

Para Kru VOI juga berhak mengajukan judul topik diskusi. Tentunya para kru yang rajin ikut diskusi. Bagi mereka yang hanya ingin mendapat hasil diskusi, tanpa hadir, usulan diletakkan di nomor yang kesekian di ujung. Yang seperti ini puluhan lipat jumlahnya. Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , ,
Misteri Politik Iran

Misteri Politik Iran

Dipublikasikan pada Rabu, 23 November 2011 | 1:46

Oleh: Lathifah Musa

Selasa sore biasanya Pimpinan Pesantren Media yang sekaligus Direktur Media Islam Net, sekaligus juga suami saya akan mengajukan pertanyaan rutin: Apa topik Diskusi Aktual Rabu besok? Kali ini saya menjawab: Wah, tanyakan saja pada Ustadz O. Solihin. Belum terpikir topik apapun yang bikin penasaran.

Dengan santainya, Beliau yang menjadi Moderator Tetap Diskusi Aktual ini mengatakan: Wah, tidak bisa ya. Topik diskusi adalah tanggung jawab Pengasuh Rubrik Editorial.

Ya sudahlah, demi menjalankan kesepakatan pembagian tupoksi (tugas pokok divisi) masing-masing. saya pun sibuk berpikir singkat, kira-kira apa yang layak didiskusikan. Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , ,

“Kita Ini Sudah Biasa Hidup Miskin”

Dipublikasikan pada Jumat, 18 November 2011 | 7:09

Oleh: Lathifah Musa

Ada yang menarik dalam sesi mengajar saya di kelas satu  sebuah SMP (Islamic Boarding School) Bogor. Pelajaran Bahasa Indonesia selalu dibuka dengan pertanyaan: Apa berita menarik minggu ini? Maklum, mengikuti berita nasional menjadi salah satu tugas rutin mingguan.

Karena kebetulan saya sedang mengajar kelas ikhwan, hampir semua menjawab: Indonesia Menang Lawan Thailand! Selanjutnya kelas pun riuh dengan pembahasan kemenangan Timnas dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya melawan Singapura dan Kamboja. Lanjutkan

Bila AS (Jadi) Membangun Pangkalan Militer di Singapura

Bila AS (Jadi) Membangun Pangkalan Militer di Singapura

Dipublikasikan pada Jumat, 11 November 2011 | 10:09

Oleh Lathifah Musa

MediaIslamNet.com– Perbincangan tentang rencana pendirian Pangkalan Militer AS di Singapura memang masih terus berlanjut. Pasalnya Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates, sesumbar bahwa Washington perlu membangun pangkalan di Singapura untuk mendukung kapal-kapal perangnya di kawasan (IRNA, Kamis 10/6). Dalam kunjungannya ke Singapura menghadiri konferensi Keamanan Asia yang digelar oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), Gates menilai pembangunan pangkalan di Singapura sebagai bagian dari program pengokohan kemampuan militer AS di lautan Pasifik. Termasuk dalam program tersebut, Amerika Serikat akan menempatkan sejumlah armada kapal tempur cepat yang khusus untuk operasi di perairan dangkal.

Gates juga menyinggung pentingnya kehadiran militer Amerika Serikat di perairan dekat Australia. Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang, Amerika Serikat akan meningkatkan aktivitasnya di kawasan. Ia menekankan pula pentingnya kerjasama militer Amerika Serikat dengan Australia dan Singapura. Lanjutkan

Obama dan Pemimpin yang Tertipu!

Obama dan Pemimpin yang Tertipu!

Dipublikasikan pada Kamis, 10 November 2011 | 1:20

MediaIslamNet.Com– Banyak pertanyaan dalam benak rakyat Indonesia menjelang kedatangan Obama. Untuk apa datang ke Bali? Mengapa hanya singgah beberapa jam saja sudah membuat repot seluruh personel aparat dan TNI? Standar pengamanan Super VVIP (Very Very Important Person) yang disiapkan jauh-jauh hari ini tentu memerlukan biaya yang juga Super Besar.

Bagi yang terbiasa mengikuti berita di TV, akan bertanya. Mengapa KTT Pemimpin Asean perlu dihadiri oleh Kepala Negara AS? Apa saja agenda Obama di sini? Benarkah hanya sekedar menghadiri East Asia Summit 2011? Itupun tidak seluruh Kepala Negara ASEAN datang. Mungkinkah pertemuan dengan SBY sebagai kepala negara Indonesia menjadi jadwal terpenting kehadirannya di Bali?

Apakah karena Asia menjadi pasar yang stabil dan bahkan tumbuh, sementara AS sedang didera krisis besar-besarkan dan Eropa dalam kondisi yang mengenaskan? Apakah ada hubungannya dengan lumpuhnya eksplorasi emas PT Freeport di Papua? Apakah ada hubungannya dengan protes besar-besaran karyawan Freeport dan masyarakat Papua yang telah mencium ketidakadilan yang sangat besar dalam proyek pertambangan emas ini? Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , , ,
Di Balik Hadiah Nobel untuk Perempuan

Di Balik Hadiah Nobel untuk Perempuan

Dipublikasikan pada Kamis, 13 Oktober 2011 | 10:36

 Bulan Oktober 2011, Komite Nobel Norwegia memberikan hadiah perdamaian kepada tiga perempuan. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap peran perempuan dalam demokrasi dan perdamaian dunia. Siapa saja mereka dan bagaimana pengaruhnya bagi dunia? Mengapa mereka dipandang layak oleh penyelenggara Nobel sebagai ikon perdamaian?

Tiga Perempuan Ikon Perdamaian Barat

Mereka adalah Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Liberia, Leymah Gbowee, aktivis hak-hak perempuan Liberia, dan jurnalis serta aktivis prodemokrasi Yaman, Tawakkul Karman, yang pada tahun ini mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian.

Presiden Komite Nobel Norwegia Thorbjoern Jaglan mengatakan ketiga perempuan itu layak mendapat Nobel Perdamaian atas ”perjuangan tanpa kekerasan mereka demi keselamatan kaum perempuan dan demi hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam usaha membangun perdamaian.” Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: ,

“Sisi Lain” Maraknya Bom Bunuh Diri

Dipublikasikan pada Selasa, 4 Oktober 2011 | 11:55

Oleh Lathifah Musa

Secara umum media massa nasional membahas bahwa  Pakistan adalah negara tempat tumbuh suburnya kaum teroris. Hal ini beranjak dari data yang dirilis oleh South Asia Terrorism Portal dan Pew Research Center (2011), bahwa sejak tahun 2001, setelah Pakistan bergandengan tangan dengan Amerika Serikat memerangi terorisme, sudah hampir 5000 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri.

Kompas cetak, 28 September 2011, dalam tajuk rencana yang menyorot isu internasional membahas bahwa setelah Islamabad bermitra dengan Washingthon memerangi Taliban dan Al Qaeda, terjadi 335 bom bunuh diri di Pakistan. Sebelum tahun 2001, hanya ada satu bom bunuh diri. Sebuah lonjakan yang dahsyat. Jumlah korban pun meningkat mencengangkan, dari satu menjadi hampir 5000 orang tewas.

Hampir semua media massa nasional menyodorkan solusi agar negara menutup peluang tumbuhnya radikalisme. Bom bunuh diri dipandang identik dengan ideologi radikal. Lanjutkan

Nazaruddin dan Kebobrokan Administrasi Negara

Nazaruddin dan Kebobrokan Administrasi Negara

Dipublikasikan pada Senin, 19 September 2011 | 6:53

Program: Voice of Islam | Rubrik: Editorial | Narasumber: Ir. Lathifah Musa | Tema: Nazaruddin dan Kebobrokan Administrasi Negara

Belum lama ini sosok Nazaruddin menyita perhatian publik dengan nyanyiannya tentang korupsi wisma atlet di sesmenpora, dugaan suap proyek stadion Hambalang, dan berbagai proyek yang dananya mengalir ke kalangan elit politik di negeri ini. Nazaruddin bahkan mengakui berapa jumlah persenan proyek yang mengalir ke koceknya. Pengakuannya itu sekaligus juga membongkar aib rekan-rekan dan koleganya. Benar tidaknya nyanyian Nazaruddin memang harus dibuktikan di pengadilan. Tetapi pengakuannya telah membeberkan kepada masyarakat betapa buruknya administrasi negara. Kita akan berbincang-bincang tentang fenomena buruknya administrasi negara dan bagaimana Islam mencegah terjadinya kekayaan gelap para pejabat. Tema kita adalah NAZARUDDIN DAN KEBOBROKAN ADMINISTRASI NEGARA bersama Usth Ir Lathifah Musa. Beliau adalah Pemimpin Redaksi Majalah Udara Voice Of Islam

Ustadzah, bagaimana pendapat Ustadzah tentang profil seorang Nazaruddin, yang saat ini tampaknya berhasil membongkar profil-profil para elit politik lainnya?

Nazaruddin telah membuka topeng yang dipakai oleh para politisi dan birokrat selama ini. Melalui Blackberry-nya ia membeberkan proyek-proyek yang diputuskan melalui Badan Anggaran DPR, dimana ia juga menjadi anggotanya. Proyek yang total berjumlah trilyunan menurut KPK ini telah mengalami kebocoran anggaran yang sangat besar. Setidaknya dari setiap proyek, 20% masuk ke kantong para politisi mulai dari pusat hingga daerah.Untuk proyek wisma atlet yang sangat terkenal itu saja, dari 191 M nilai proyek, sekitar 20% nya masuk kantong Nazaruddin dan teman-temannya. Walaupun menurut Nazaruddin, itu juga disalurkan lagi ke partai dan koleganya, tetapi kebenaran yang tidak bisa dibantah adalah betapa buruknya administrasi negara. DPR yang merupakan lembaga tinggi negara menjadi pihak pertama yang mengeruk uang rakyat. Selain DPR, ada kementrian-kementrian dan oknum-oknum pemerintah daerah. Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: ,
Membasmi Budaya Plagiarisme

Membasmi Budaya Plagiarisme

Dipublikasikan pada Minggu, 18 September 2011 | 3:45

Program: Voice of Islam | Rubrik: Editorial | Narasumber: Ir. Lathifah Musa | Tema: Membasmi Budaya Plagiarisme

Salah satu berita yang menyita perhatian media massa belum lama ini adalah kasus seorang Guru Besar di sebuah Universitas Negeri, terbukti melakukan plagiarisme. Apa itu plagiarisme? Jangan-jangan ini juga marak di sekitar kita. Dan bagaimana mencegah dan membasmi plagiarisme agar tidak menjadi budaya, kita akan membahas dalam tema MEMBASMI BUDAYA PLAGIARISME bersama Usth Ir Lathifah Musa. Beliau adalah Pemimpin Redaksi Majalah Udara Voice Of Islam

Ustadzah, apa yang dimaksud dengan plagiarisme?

Plagiarisme itu kata lainnya adalah menjiplak atau mencontek. Tetapi menconteknya bukan sekedar kata atau kalimat atau paragraf, namun sudah satu judul atau tema karya orang lain. Dan kemudian karya tersebut diakui sebagai miliknya.

Sebenarnya kasus plagiarisme yang menimpa seorang Profesor, Guru Besar Universitas Negeri itu seperti apa sih? Lanjutkan

Permalink  |  Tagged with: , ,
TOP LIMATerbanyak Dibaca Bulan Ini
Advertisement

Artikel Lainnya

Arsip Artikel

Februari 2012
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829