Tak Kuat Dingin, Mandi Junub Diganti Tayammum

Tanya:

Saya ibu rumah tangga. Saya dan suami berhubungan badan di malam hari. Sebelum Shubuh saya mandi junub. Tapi saya selalu kedinginan dan setelah itu hampir bisa dipastikan saya akan lemas dan seharian sulit beraktivitas. Seharian itu hanya bisa berselimut di tempat tidur. Keadaan itu selalu berulang setiap saya mandi junub di pagi hari. Apakah ada jalan keluarnya? (0856XXXX) (Shofia di Bogor, Jawa Barat)

 

Jawab:

Orang yang tidak kuat mandi junub di pagi hari karena kedinginan jalan keluarnya ada dua. Yang pertama, mandilah dengan air panas. Kemudian segera keringkan badan, kepala , khususnya rambut. Jika alternatif yang pertama ini pun tidak sanggup, maka bertayammumlah, karena tayammum bisa menghilangkan hadats besar karena junub. Ada riwayat yang jelas berkaitan dengan hal ini.

Dari ’Amr bin ’Ash, sesungguhnya ketika ia diutus dalam Perang Dzatus-Salail, ia berkata: Saya mimpi sampai keluar mani pada suatu malam yang sangat dingin. Kemudian saya bangun pagi-pagi. Kalau saya mandi tentu akan celaka, karena itu saya bertayammum. Kemudian saya mengimami shalat Shubuh bersama dengan kawan-kawan saya. Ketika kami sampai di hadapan Rasulullah, lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepada beliau. Kemudian Rasulullah bersabda, ”Ya ’Amr, apakah engkau telah menjadi imam dalam shalat bersama kawan-kawanmu, padahal engkau junub?” Saya menjawab, ”Saya ingat firmanAllah ’azzza wa jalla ’dan jangan kamu membunuh diri-diri kamu, sesungguhnya Allah adalah maha penyayang terhadap kamu’, lalu saya tayammum kemudian shalat. Kemudian Rasulullah saw tertawa, tanpa mengatakan sesuatu apapun. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Daraquthni).

 

Rasulullah saw tertawa tanpa mengatakan sesuatu apapun menunjukkan bahwa boleh tidak mandi dan menggantinya dengan bertayammum ketika sangat dingin atau khawatir terkena bahaya seperti lemas seharian. [Umar Abdullah]