Bolehkah Shalat Tarawih di Rumah?

Tanya:

Asskum wr wb. Saya mau tanya pada VOI, apa hkumnya bila tidak bisa ikut sholat tarawih berjamaah di masjid, krna pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, bolehkah shalat tarawih di rumah sendri? Terima kasih atas jawabannya. Wlkumslm wr wb. (+62812689xxxx)

Jawab:

Waslm. wr. wb.

Imam Tirmidzi memberikan penjelasan berkenaan dengan hadits tentang bentuk tatacara shalat tarawih di bulan Ramadlan :

هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ فَرَأَى بَعْضُهُمْ أَنْ يُصَلِّيَ إِحْدَى وَأَرْبَعِينَ رَكْعَةً مَعَ الْوِتْرِ وَهُوَ قَوْلُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَهُمْ بِالْمَدِينَةِ وَأَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ عَلَى مَا رُوِيَ عَنْ عُمَرَ وَعَلِيٍّ وَغَيْرِهِمَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَهُوَ قَوْلُ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ و قَالَ الشَّافِعِيُّ وَهَكَذَا أَدْرَكْتُ بِبَلَدِنَا بِمَكَّةَ يُصَلُّونَ عِشْرِينَ رَكْعَةً و قَالَ أَحْمَدُ رُوِيَ فِي هَذَا أَلْوَانٌ وَلَمْ يُقْضَ فِيهِ بِشَيْءٍ و قَالَ إِسْحَقُ بَلْ نَخْتَارُ إِحْدَى وَأَرْبَعِينَ رَكْعَةً عَلَى مَا رُوِيَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَاخْتَارَ ابْنُ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ الصَّلَاةَ مَعَ الْإِمَامِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَاخْتَارَ الشَّافِعِيُّ أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ وَحْدَهُ إِذَا كَانَ قَارِئًا وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَالنُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ

Ini adalah hadits hasan shahih dan ahlul ilmi (para Imam Mujtahidin) berbeda pendapat dalam persoalan qiyamu Ramadlan (tarawih). Sebagian mereka berpendapat shalat tarawih dilakukan sebanyak 41 rakaat dengan witir dan ini adalah pendapat penduduk Madinah dan mereka benar-benar melakukan itu di Madinah. Sebagian besar ahlul ilmi berpendapat tentang jumlah rakaat tarawih berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar, Ali dan selain keduanya dari kalangan shabat Nabi saw yaitu sebanyak 20 rakaat dan itu adalah pendapat Ats-Tsauriy, Ibnu Mubarak, Asy-Syafi’i dan Asy-Syafi’i berkata : dan demikianlah saya mendapati di negeri kami yakni Makkah, mereka shalat tarawih sebanyak 20 rakaat. Ahmad berkata : diriwayatkan ba-nyak jenis hadits dalam hal ini (tarawih) sehingga tidak perlu ditetapkan dengan bentuk (jum-lah rakaat tarawih) tertentu. Ishaq berkata : namun kami memilih shalat tarawih sebanyak 41 rakaat berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab. Ibnu Al-Mubarak, Ahmad dan Ishaq memilih shalat tarawih di bulan Ramadlan bersama dengan Imam, sedangkan Asy-Syafi’i berpendapat bahwa seseorang boleh melakukan shalat tarawih sendirian saja jika dia adalah mahir membaca Al-Quran. Dalam persoalan ini (tarawih) ada juga hadits dari Aisyah, Nu’man bin Basyir dan Ibnu Abbas.

Jadi pelaksanaan shalat tarawih boleh berjamaah dan boleh juga sendirian, dengan pertimbangan atau alasan apa pun. [Ust. Ir. Abdul Halim]

You may also like...