4 Responses

  1. Abu Azka
    Abu Azka Jumat, 15 Januari 2010 at 09:09 | | Reply

    Hemm…..
    hanya satu koment ane “ITULAH INDONESIA!”
    Di Indonesia, Pancasila itu lebih (dianggap) hebat dari syariat Islam
    di Indonesia, Syariat Islam dianggap TERORIS
    sementara TERORIS dianggap penyelemat, lah…

  2. siswandi
    siswandi Minggu, 17 Januari 2010 at 15:46 | | Reply

    ya q setuju ma Abu Azka

  3. Dahlan - Bogor
    Dahlan - Bogor Minggu, 24 Januari 2010 at 01:14 | | Reply

    Liriknya bagus.. cuma.. kalau disajikan dalam bentuk music Pop.. gak kena..
    bagusnya di sajikan dalam bentuk music Balada.. dengan hentakan pada bait-bait yang menjadi fokus..
    untuk jenis lagu balada.. Ebit G Ade.. Franki.. dan Iwan Fals.. ada juga yang terbaru dengan Genre Islam yakni E Bit Bit E ..
    atau bisa juga dengan gaya Raf.. coba dengan raf nya Soldier of Allah (SOA)..
    yang jelas.. lagu-lagu kritik sosial kurang kena dengan jenis musik pop..
    Wassalam
    apapun.. Bravo untuk kreativitas dakwahnya..
    cuma hati-hati jangan terjebak dengan orientasi untuk menjadi Seleb.. dengan bungkus Dakwah..


    Terima kasih atas masukannya.
    UMAR ABDULLAH

    1. A Budiman
      A Budiman Selasa, 23 Februari 2010 at 08:48 | | Reply

      Assalamualaikum WrWb. Ana mo sedikit koreksi atas komentar akhi Dahlan dari Bogor, kebetulan ana musisi. ‘Ballad’ atau balada adalah sub bagian dari jenis musik pop (pop ballad) yang menjelaskan bahwa lagu tersebut dibawakan dengan irama yang perlahan hingga moderat, untuk membedakannya dengan jenis pop rock, pop country dll. Lagu-lagu dari Ebiet G. Ade, Franki Sahilatua atau Iwan Fals seperti yang antum sebut memang sebagian besar dibawakan dalam gaya balada, tapi semuanya termasuk dalam kategori jenis musik pop. Terakhir, yang antum maksud dengan gaya musikny S.O.A barangkali jenis musik RAP. Wallahu a’lam bishawwab. Jazakumullah khair.

Leave a Reply